MAKASSAR, NALARMEDIA — Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., (AAP) menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Lapangan Karebosi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar, Senin (24 Agustus 2026) malam.
Mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 berlangsung pada 24–29 Agustus 2026. Ajang tersebut mempertemukan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai daerah, kementerian, dan lembaga di seluruh Indonesia.
Sebanyak 117 kafilah ambil bagian dalam kompetisi nasional ini, terdiri atas kontingen dari 38 provinsi serta perwakilan kementerian dan lembaga.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan MTQ diikuti lebih dari 1.000 peserta.
Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026.
Kota Makassar menjadi lokasi pembukaan, sedangkan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dipercaya menjadi lokasi penutupan.
Sejumlah rangkaian kegiatan dan perlombaan selanjutnya akan digelar di berbagai lokasi di Makassar dan Pangkep hingga seluruh tahapan MTQ selesai.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengurus Nasional (DPN) KORPRI atas kepercayaan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah.
“Kita berterima kasih kepada DPN Korpri Pusat yang mempercayakan Sulsel sebagai tuan rumah MTQ Korpri, khususnya Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep,” ujar Gubernur Andi Sudirman.
Menurutnya, MTQ KORPRI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang bagi ASN untuk menjaga kedekatan dengan nilai-nilai Qur’ani di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.
Gubernur Andi Sudirman pun mengajak seluruh peserta dari 117 kontingen untuk berkompetisi secara sportif serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan amanah sebagai ASN.
Sementara itu, Ketua Umum DPN KORPRI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menjadi ajang terakhir dalam masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum DPN KORPRI.
Zudan menjelaskan, kepengurusan DPN KORPRI saat ini akan berakhir setelah dirinya bersama jajaran pengurus telah memimpin selama dua periode sejak 2015.
“Iya, ini merupakan MTQ terakhir dalam kepemimpinan saya. Kami memimpin di Korpri sejak 2015 dan tahun depan seluruh kepengurusan kami sudah habis masa jabatannya. Sudah dua periode dan tidak bisa lagi dipilih untuk tiga periode,” kata Zudan.
Ia menilai berakhirnya masa kepengurusan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi dan regenerasi di tubuh KORPRI.
Zudan berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan tradisi MTQ KORPRI agar nilai-nilai Qur’ani semakin mengakar di lingkungan birokrasi.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang secara resmi membuka MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan spiritual ASN.
Menurut Nasaruddin, kecerdasan spiritual dapat memberikan motivasi sekaligus membentuk keluhuran berpikir bagi anggota KORPRI.
Kekuatan spiritual juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas ASN.
“Korpri perlu disentuh dengan kekuatan batin spiritual. Terbukti kecerdasan spiritual mampu memberikan motivasi luar biasa, sekaligus keluhuran berpikir,” ujar Nasaruddin.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan penghayatan terhadap nilai agama sehingga ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan.
Nasaruddin mengajak umat beragama untuk tidak hanya membaca kitab suci, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Ia berharap pelaksanaan MTQ KORPRI memberikan dampak positif, tidak hanya bagi lingkungan birokrasi, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan secara luas.
Di tempat yang sama, Wabup AAP menilai MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat karakter dan spiritualitas ASN di seluruh Indonesia.
“Ini menjadi contoh sinergi pusat dan daerah yang konkret dalam membangun karakter ASN secara nasional,” kata Andi Akmal.
Menurut AAP, penguatan nilai-nilai Qur’ani di lingkungan birokrasi akan berkontribusi terhadap lahirnya ASN yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ia berharap MTQ tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi mampu menjadi gerakan untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan birokrasi dan masyarakat.
“ASN yang kuat spiritualitasnya akan memperkuat Indonesia yang tangguh,” pungkasnya.
Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional maupun daerah.
Hadir Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Ketua DWP Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhmah.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua Umum DPN KORPRI Prof.
Zudan Arif Fakrulloh, serta para kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
Dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman bersama para sekretaris daerah provinsi se-Indonesia.
Sementara dari Pemerintah Kota Makassar hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Munafri, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda.
Pembukaan MTQ juga dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kota Makassar bersama anggota, para kepala OPD provinsi, kabupaten dan kota, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Sekda Pangkep Suriani A. Hamid, pimpinan instansi vertikal, BUMN, perbankan, tokoh agama, ulama, dan tokoh masyarakat.
MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kompetisi, penguatan spiritualitas, serta komitmen membangun birokrasi yang berintegritas.
Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya terdengar dalam lantunan ayat selama perlombaan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan pengabdian ASN kepada masyarakat. (red)















