Hasil Laut Cepat Rusak, DP2 Makassar Bekali Poklahsar Freezer dan Spinner

Hasil perikanan memiliki persoalan klasik setelah ditangkap, yakni daya simpan yang relatif terbatas. Jika tidak segera ditangani dan diolah dengan baik, kualitas ikan dan produk turunannya dapat menurun hingga berpengaruh terhadap nilai jual.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Hasil perikanan memiliki persoalan klasik setelah ditangkap, yakni daya simpan yang relatif terbatas. Jika tidak segera ditangani dan diolah dengan baik, kualitas ikan dan produk turunannya dapat menurun hingga berpengaruh terhadap nilai jual.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar dalam mendorong penguatan usaha masyarakat di sektor pengolahan hasil perikanan. Salah satunya melalui dukungan peralatan kepada Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar).

DP2 Makassar menyerahkan bantuan peralatan pengolahan berupa freezer dan spinner kepada kelompok penerima di Anjungan Pantai Losari, Kamis (3/9/2026). Bantuan diserahkan langsung Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap.

Keberadaan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok mengatasi persoalan penanganan hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Kemampuan menyimpan bahan baku dan mengolahnya secara lebih efisien menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas sebelum produk dipasarkan.

Aulia mengatakan, hasil perikanan tidak cukup hanya ditangkap, tetapi harus ditangani dan diolah secara tepat agar memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat. “Kami ingin hasil perikanan tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Aulia.

Salah satu alat yang diberikan adalah freezer. Peralatan ini berfungsi menyimpan bahan baku dan produk perikanan pada suhu rendah sehingga dapat memperlambat proses kerusakan. Dengan fasilitas penyimpanan tersebut, kelompok memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan pengolahan dan pemasaran.

Freezer juga dapat membantu kelompok ketika hasil produksi atau tangkapan tidak seluruhnya dapat dipasarkan dalam waktu bersamaan. Penanganan penyimpanan yang tepat memungkinkan bahan baku tetap terjaga sebelum masuk ke tahapan pengolahan.

“Dengan adanya sarana penyimpanan yang memadai, kami berharap kelompok bisa lebih leluasa mengatur produksi dan pemasaran. Jangan sampai hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomi justru mengalami penurunan kualitas karena tidak tertangani dengan baik,” kata Aulia.

Sementara itu, spinner digunakan dalam proses pengolahan, terutama untuk mengurangi minyak atau cairan berlebih setelah produk digoreng. Penggunaan alat tersebut dapat membantu menghasilkan produk yang lebih kering dan konsisten, sehingga mendukung kualitas, pengemasan, serta daya tarik produk di pasaran.

“Peralatan ini harus dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Harapannya, bantuan pemerintah benar-benar menjadi modal pengembangan usaha sehingga kelompok semakin produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan nilai jual hasil perikanan,” tutur Aulia. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *