Enam Kecamatan di Bone Disiapkan Jadi Sentra Pengembangan Jagung

PT Indorasaprima Fortuna Perkasa menggelar pertemuan bersama sejumlah camat yang wilayahnya menjadi lokasi perencanaan pengembangan investasi jagung, Senin (7 September 2026). (Nalarmedia.id)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Rencana pengembangan investasi sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, di Kabupaten Bone mulai dimatangkan.

PT Indorasaprima Fortuna Perkasa menggelar pertemuan bersama sejumlah camat yang wilayahnya menjadi lokasi perencanaan pengembangan investasi jagung, Senin (7 September 2026).

Pertemuan yang berlangsung di salah satu kafe tersebut dihadiri perwakilan PT Indorasaprima Fortuna Perkasa, Dipo Suyatno dan Bambang. Sementara dari pemerintah kecamatan, hadir Kecamatan Amali, Ulaweng, Tellu Siattinge, Dua Boccoe, Ponre, dan Libureng.

Keenam kecamatan tersebut menjadi wilayah yang diproyeksikan untuk pengembangan investasi jagung dengan total areal yang direncanakan mencapai 5.000 hektare.

Camat Amali, Andi Makkasauran, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan menyambut positif rencana investasi tersebut.

Menurutnya, kehadiran investasi di sektor pertanian dapat menjadi peluang untuk mendorong pengembangan potensi pertanian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayahnya.

“Kami menyambut positif langkah ini. Tentunya kami berharap rencana investasi ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Indorasaprima Fortuna Perkasa, Dipo Suyatno, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.

Menurutnya, pihak perusahaan masih akan melakukan pembahasan dan pertemuan lanjutan bersama pemerintah kecamatan maupun pihak terkait untuk mematangkan rencana pengembangan investasi tersebut.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Nantinya akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas lebih jauh terkait rencana pengembangan ini,” kata Dipo.

Rencana pengembangan jagung seluas 5.000 hektare tersebut tidak hanya diarahkan pada perluasan areal produksi.

Investasi ini juga dirancang menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi sektor pertanian di Kabupaten Bone.

Melalui konsep tersebut, produksi jagung yang dihasilkan petani nantinya tidak berhenti pada aktivitas budidaya dan penjualan hasil panen.

Hasil produksi dari lahan yang dikembangkan diarahkan untuk terintegrasi dengan industri pengolahan melalui penyerapan langsung oleh pabrik.

Skema ini diharapkan dapat menciptakan rantai produksi yang lebih terintegrasi, mulai dari pengembangan lahan, peningkatan produksi, hingga pengolahan hasil pertanian.

Dengan demikian, pengembangan investasi jagung tidak sekadar memperluas areal tanam, tetapi juga diharapkan membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas serta memperkuat posisi petani dalam ekosistem industri pertanian.

Rencana tersebut juga sejalan dengan komitmen Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), dalam mendorong pengembangan sektor pertanian sekaligus mendukung program pemerintah terkait percepatan hilirisasi pertanian.

Kabupaten Bone yang memiliki potensi lahan pertanian cukup besar dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas jagung secara lebih terintegrasi. Dengan adanya investasi dan dukungan dari berbagai pihak, pengembangan jagung diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pertemuan bersama enam kecamatan tersebut menjadi salah satu tahapan awal untuk menyatukan persepsi dan mematangkan teknis rencana investasi, sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut mengenai pengembangan lahan dan pola kerja sama di lapangan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *