BONE, NALARMEDIA – Bagi sebagian orang, listrik mungkin sekadar soal lampu yang menyala dan peralatan elektronik yang bisa digunakan.
Namun ketika listrik padam berulang kali, aktivitas sederhana di rumah pun ikut terganggu.
Hal itu dirasakan Vera, warga Bone yang harus menghadapi pemadaman listrik sebanyak dua kali dalam sehari, Senin (7 September 2026).
Ibu dua anak tersebut bercerita, pemadaman pertama terjadi saat dirinya berada di rumah orang tuanya di Jalan Sungai Musi, Bone. Listrik padam sejak siang hingga sore hari dengan durasi kurang lebih tiga jam.
Belum selesai persoalan pemadaman pertama, Vera kembali harus berhadapan dengan kondisi serupa ketika sudah berada di rumahnya di Jalan Sungai Pareman.
“Sekarang pas saya sudah di rumah di Jalan Sungai Pareman, padam lagi listrik. Jadi dua kali saya rasakan pemadaman listrik hari ini,” ungkap perempuan yang dikenal murah senyum tersebut.
Bagi Vera, pemadaman listrik yang terjadi berulang tentu bukan sekadar membuat suasana rumah menjadi gelap.
Aktivitas keluarga, pekerjaan rumah tangga hingga kebutuhan sehari-hari ikut terdampak ketika pasokan listrik terhenti.
Lulusan Akbid Lapatau itu pun berharap kondisi tersebut segera berakhir.
Ia berharap pasokan listrik dapat kembali stabil sehingga masyarakat bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
“Semoga pemadaman listrik bisa segera berakhir,” harapnya.
Harapan sederhana itu menjadi suara kecil dari masyarakat yang ingin menikmati malam dan menjalani aktivitas di rumah tanpa harus kembali menunggu listrik menyala. (red)















