BONE, NALARMEDIA — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) kembali melakukan penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.
Empat pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II resmi bergeser dari jabatan sebelumnya dan menempati posisi baru.
Pelantikan berlangsung di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (14 September 2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Pj Sekda Bone, Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Damayanti Andi Akmal, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Bone.
Rotasi ini bukan sekadar pergantian posisi. Bagi Pemkab Bone, langkah tersebut menjadi bagian dari penataan dan penyegaran organisasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan lebih efektif.
Dalam arahannya, BupAAS meminta seluruh pejabat yang baru dilantik tidak memandang jabatan sebagai sekadar posisi struktural.
Ia menegaskan, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kesungguhan untuk kepentingan masyarakat.
Pejabat yang mendapat kepercayaan baru dituntut segera memahami tugas dan fungsi masing-masing, membangun koordinasi, serta memastikan program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Empat Pejabat Eselon II Bergeser
Empat pejabat pimpinan tinggi pratama yang mendapat amanah baru yakni:
1. H. Muhammad Rusdi
Sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perdagangan Bone. Kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Bone.
1. Andi Iqbal
Sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana BPBD Bone. Kini dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bone.
1. Anwar
Sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bone. Kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perdagangan Bone.
1. Hasnawati Ramli
Sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bone. Kini mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bone.
Selain empat pejabat eselon II tersebut, Bupati Bone juga melakukan mutasi terhadap sejumlah pejabat eselon III dan IV.
Penataan untuk Perkuat Pelayanan
Rotasi dan mutasi menjadi bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. Namun, yang paling penting adalah bagaimana setiap pejabat mampu menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kinerja nyata.
Di bawah kepemimpinan BupAAS, penataan birokrasi diarahkan untuk memperkuat efektivitas organisasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan jabatan baru tersebut, para pejabat diharapkan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Tantangan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat menuntut birokrasi yang bergerak cepat, bekerja terukur, dan mampu memberikan solusi.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada tinggi rendahnya jabatan yang disandang, melainkan pada seberapa besar amanah tersebut mampu diwujudkan menjadi kerja dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (red)















