Suwardi Thahir Buka Strategi PWI Sulsel: Wartawan Harus Makin Profesional di Era Digital

Screenshot
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme, kapasitas, dan kualitas jurnalis di tengah perubahan cepat industri media.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua PWI Sulsel Periode 2026–2031, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Makassar yang dipandu Alpianus Ba’ka.

Dalam dialog tersebut, Suwardi memaparkan sejumlah program kerja PWI Sulsel yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Menurutnya, penguatan keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap etika jurnalistik. Keduanya menjadi fondasi penting untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, dan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Penguatan kemampuan teknik dan pemahaman etika menjadi kunci utama agar insan pers mampu melahirkan produk jurnalistik yang berbobot serta patuh pada Kode Etik Jurnalistik,” ujar Suwardi.

Pelatihan Jurnalis Berkelanjutan

Salah satu agenda yang menjadi perhatian PWI Sulsel adalah penguatan program edukasi dan pelatihan secara berkelanjutan.

Suwardi menjelaskan, program tersebut dirancang bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis wartawan, tetapi juga memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap perkembangan industri pers.

Perubahan teknologi, pola konsumsi informasi, hingga munculnya berbagai platform digital membuat wartawan dituntut terus beradaptasi.

Dalam situasi tersebut, kemampuan melakukan verifikasi informasi menjadi semakin penting. Wartawan harus mampu memilah data, mengecek kebenaran informasi, serta memastikan setiap fakta yang disajikan kepada publik telah melalui proses jurnalistik yang memadai.

Sinergi Tanpa Kehilangan Independensi

Selain peningkatan kapasitas wartawan, PWI Sulsel juga mendorong penguatan jejaring komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Suwardi menegaskan, kolaborasi tersebut tetap harus ditempatkan dalam koridor independensi pers dan kepentingan publik.

Artinya, kerja sama yang dibangun tidak boleh menghilangkan fungsi pers sebagai penyampai informasi kepada masyarakat sekaligus bagian dari ekosistem demokrasi.

“Kerja sama interorganisasi ini tetap memprioritaskan independensi pers dan selalu berorientasi pada kemaslahatan publik,” tegasnya.

Regenerasi Wartawan Jadi Perhatian

PWI Sulsel juga memberi perhatian terhadap proses regenerasi di tubuh organisasi.

Menurut Suwardi, wartawan muda perlu diberikan ruang untuk berkembang, meningkatkan kompetensi, dan mengambil peran dalam organisasi profesi.

Regenerasi tersebut diharapkan melahirkan generasi baru insan pers yang tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga memahami integritas dan tanggung jawab profesi.

PWI Sulsel ingin membangun ruang bagi jurnalis muda untuk bertumbuh sekaligus mempersiapkan calon-calon pemimpin pers masa depan.

Hadapi Tantangan Era Digital

Dalam dialog yang dipandu Alpianus Ba’ka, dinamika dunia pers di tengah perkembangan teknologi digital turut menjadi sorotan.

Perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi membuat kerja jurnalistik menghadapi tantangan baru.

Kecepatan menjadi tuntutan, tetapi akurasi tetap tidak boleh dikorbankan.

Jurnalis dituntut lebih lincah sekaligus cermat dalam mengolah informasi. Terutama dalam melakukan pengecekan data dan fakta sebelum berita dipublikasikan.

Bagi PWI Sulsel, perkembangan teknologi harus dihadapi dengan peningkatan kompetensi, bukan sekadar mengejar kecepatan produksi berita.

Di penghujung dialog, Suwardi kembali menegaskan komitmen PWI Sulsel untuk menjalankan program yang mencakup pengembangan keterampilan, penguatan kelembagaan, regenerasi, hingga perlindungan hukum bagi wartawan.

Ia berharap berbagai agenda tersebut dapat memperkuat kapasitas insan pers sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.

“Program kerja ini tidak hanya diarahkan untuk kepentingan insan pers, tetapi juga untuk memperkokoh peran media dalam menyajikan informasi yang tepercaya dan berimbang bagi masyarakat,” pungkasnya. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *