PAREPARE, NALARMEDIA – Ada kebanggaan yang sulit disembunyikan di wajah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), saat menyaksikan perjuangan Bone Beramal FC merebut tiket ke final Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026.
Bukan sekadar pertandingan sepak bola. Di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Ahad (20 September 2026), perjuangan Bone Beramal FC menjadi cerita tentang semangat, doa, dan harapan masyarakat Bone yang ingin melihat tim kebanggaannya melangkah sejauh mungkin.
BupAAS menjadi saksi langsung bagaimana para pemain Bone Beramal FC berjuang dalam laga semifinal menghadapi Jeneponto FC.
Pertandingan berlangsung sengit. Kedua kesebelasan tampil dengan determinasi tinggi dan silih berganti memberikan tekanan. Hingga waktu normal berakhir, papan skor masih menunjukkan angka 2-2.
Tak ada yang menyerah.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui drama adu penalti. Di momen yang penuh ketegangan itu, para pemain Bone Beramal FC menunjukkan keberanian dan ketenangan.
Hasilnya, Bone Beramal FC menang 4-2 atas Jeneponto FC melalui adu penalti sekaligus memastikan satu tempat di partai final Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026.
Sorak kemenangan pun pecah. Perjuangan yang sebelumnya menguras tenaga dan emosi akhirnya berbuah manis.
Bagi BupAAS, kemenangan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat Bone yang terus mengiringi perjuangan tim dengan doa.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bone atas dukungan dan doa yang diberikan untuk Bone Beramal FC.
“Ayo, kita dukung dan doakan semoga tim kebanggaan kita, Bone Beramal FC bisa meraih kemenangan dan meraih gelar juara,” seru BupAAS.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa di balik perjuangan 11 pemain di lapangan, ada ribuan bahkan jutaan harapan yang ikut berlari bersama mereka.
Kini, satu langkah telah dilewati.
Bone Beramal FC tinggal selangkah lagi menuju trofi.
Dan di partai puncak nanti, bukan hanya nama klub yang mereka bawa. Ada nama Bone, ada kebanggaan masyarakat, dan ada doa yang terus dipanjatkan dari berbagai penjuru Bumi Arung Palakka. (red)















