Saat Kepedulian Menyatukan: BupAAS Apresiasi Bakti Sosial Forkita Bone

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) didampingi Ketua Forkita Bone, Jefri Tahar berbincang di sela Bakti Sosial Kesehatan yang diinisiasi Forum Komunikasi Tionghoa (Forkita) Bone di Gedung Serba Guna Vihara Dharma Palakka, Jalan Salak, Watampone, Sabtu (26 September 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Senyum dan rasa syukur mewarnai Gedung Serba Guna Vihara Dharma Palakka, Jalan Salak, Watampone, Sabtu (26 September 2026).

Sejak pagi, masyarakat berdatangan mengikuti Bakti Sosial Kesehatan yang diinisiasi Forum Komunikasi Tionghoa (Forkita) Bone.

Bukan sekadar mendapatkan layanan kesehatan, warga juga merasakan hangatnya kepedulian dan kebersamaan yang hadir di tengah masyarakat.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), turut hadir menyaksikan langsung kegiatan sosial tersebut.

Kehadiran BupAAS bersama jajaran pemerintah daerah sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Mereka memanfaatkan layanan yang disiapkan panitia, mulai dari klinik dan pengobatan gratis hingga donor darah dan pembagian sembako.

Bagi masyarakat yang hadir, kegiatan tersebut bukan hanya tentang memperoleh pelayanan kesehatan dan bantuan kebutuhan pokok.

Lebih dari itu, bakti sosial tersebut menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan bahwa kepedulian dapat tumbuh melampaui latar belakang dan perbedaan.

BupAAS: Kepedulian Harus Dihidupkan

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memberikan apresiasi tinggi kepada Forkita Bone yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurut BupAAS, kegiatan sosial seperti ini memiliki nilai penting karena menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat. Pemerintah tentu sangat mengapresiasi setiap gerakan sosial yang memberikan manfaat langsung, khususnya dalam bidang kesehatan dan kebutuhan masyarakat,” ucap BupAAS.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun daerah.

“Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kepedulian, kebersamaan dan rasa saling membantu. Ketika masyarakat bergerak bersama, manfaatnya akan jauh lebih besar,” katanya.

BupAAS berharap semangat berbagi dan membantu sesama seperti yang ditunjukkan Forkita Bone dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Bone.

“Yang paling penting adalah bagaimana kepedulian ini terus dijaga. Bantuan mungkin selesai hari ini, tetapi semangat untuk saling membantu dan memperhatikan sesama harus terus hidup,” ujarnya.

Tiga Layanan untuk Masyarakat

Ketua Forkita Bone, Jefri Tahar, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bupati Bone beserta jajaran hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Jefri, bakti sosial ini dirancang untuk menghadirkan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan berupa klinik dan pengobatan gratis, donor darah, dan pembagian sembako,” ucap Jefri.

Ketiga layanan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir sejak pagi.

Klinik dan pengobatan gratis menjadi salah satu layanan yang banyak dimanfaatkan warga. Sementara donor darah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sisi lain, pembagian sembako menjadi bentuk perhatian sosial bagi warga yang membutuhkan.

Merawat Kebersamaan dari Hal-Hal Sederhana

Bakti sosial Forkita Bone menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana: menyediakan layanan kesehatan, mendonorkan darah, berbagi kebutuhan pokok, dan menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk saling peduli.

Di tengah kesibukan pembangunan daerah, kegiatan seperti ini mengingatkan bahwa ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat rasa kepedulian antarsesama.

Di Gedung Serba Guna Vihara Dharma Palakka, Sabtu pagi itu, masyarakat datang dengan kebutuhan yang berbeda. Namun mereka dipertemukan oleh satu hal yang sama: kepedulian.

Dan dari sana, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan—kebaikan akan selalu memiliki arti ketika dilakukan bersama dan dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *