HBS Tancap Gas Menuju 01 REI Sulsel 2026–2029, Usung Gagasan “Rumah Bersama” bagi Pengembang

Langkah Haji Badris Salam (HBS) menuju kursi 01, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 semakin mantap.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID — Langkah Haji Badris Salam (HBS) menuju kursi 01, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 semakin mantap.

Mengenakan baju berwarna hijau, HBS secara resmi mengembalikan formulir pencalonannya di Kantor DPD REI Sulsel, Jalan Nikel, Makassar, Senin (28 September 2026).

Pengembalian formulir tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

HBS hadir didampingi sejumlah mantan ketua dan senior REI, tokoh pengusaha, komunitas, hingga ratusan Sahabat HBS yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Turut hadir Ketua Pengprov IOF Sulsel Adi Rasyid Ali serta Sekjen JKOC Randy.

Tak sekadar mengembalikan formulir, HBS juga menyerahkan kandidat fee sebanyak Rp300 juta sebagai salah satu persyaratan pencalonan Ketua DPD REI Sulsel.

Di balik langkah tersebut, HBS membawa satu gagasan utama: menjadikan REI Sulsel sebagai rumah bersama bagi seluruh pengembang, tanpa membedakan skala usaha.

“Kami hadir membawa semangat kebersamaan. Kami ingin memastikan REI Sulawesi Selatan ke depan menjadi rumah yang merangkul seluruh pengembang,” ungkap HBS.

Menurut HBS, pencalonannya merupakan bentuk kesiapan untuk mengikuti seluruh tahapan Musda XV DPD REI Sulsel.

Ia menilai industri properti menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengembang, pemerintah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan agar persoalan yang dihadapi para anggota REI dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

Bagi HBS, REI tidak semata menjadi wadah organisasi profesi dan usaha, tetapi juga ruang untuk memperkuat komunikasi, memperjuangkan kepentingan anggota, serta membangun ekosistem properti yang sehat di Sulawesi Selatan.

Semangat kebersamaan itu pula yang ia tekankan dalam menghadapi proses Musda.

HBS mengajak seluruh peserta Musda menjaga kontestasi secara dewasa dan mengedepankan kejujuran serta suasana kekeluargaan.

“Mari kita jaga iklim kompetisi ini dengan penuh kedewasaan, kejujuran, dan rasa kekeluargaan,” tuturnya.

Pengembalian formulir ini sekaligus menandai kesiapan HBS memasuki tahapan berikutnya dalam kontestasi kepemimpinan REI Sulsel.

Selanjutnya, Musda XV DPD REI Sulsel akan menjadi forum untuk menentukan kepengurusan organisasi periode 2026–2029.

Bagi HBS, kontestasi tersebut bukan tentang perebutan posisi ketua, tetapi momentum untuk membawa semangat kebersamaan dan memperkuat REI sebagai rumah yang dapat menaungi seluruh pengembang di Sulawesi Selatan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *