MAKASSAR, NALARMEDIA — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menyelenggarakan Lomba Sastra Riah (LOSARIH) Vol. VI 2026.
Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berbahasa, serta kecintaan terhadap sastra Indonesia.
LOSARIH merupakan program kerja yang dirancang sebagai wadah apresiasi, kreasi, dan ekspresi bagi para pelajar dan pecinta bahasa dan sastra Indonesia. Melalui berbagai kompetisi, peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka di bidang bahasa dan sastra.
Sejumlah cabang perlombaan dalam LOSARIH mencakup kegiatan yang berkaitan dengan karya sastra dan kemampuan berbahasa, seperti penulisan puisi, penulisan cerita pendek (cerpen), musikalisasi puisi, hingga debat sastra. Kehadiran berbagai kategori tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta untuk mengekspresikan kemampuan dan kreativitas mereka.
Salah satu juri LOSARIH Vol. VI 2026, Abd. Rasak, yang juga merupakan Dosen Sastra Indonesia UMI, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, LOSARIH merupakan kegiatan yang sangat baik karena dapat menjadi ruang bagi generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas, untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang bahasa dan sastra.
“Kegiatan ini sangat bagus karena menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan, utamanya bagi siswa SMA,” ujar Abd. Rasak, Rabu 23/09/2026
Menurutnya, kompetisi sastra tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan sebuah karya, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi peserta untuk meningkatkan keberanian dalam mengekspresikan gagasan, mengasah kreativitas, serta membangun apresiasi terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
“Penyelenggaraan LOSARIH Vol. VI 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan sastra masih memiliki ruang penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi generasi muda. Kompetisi semacam ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kreativitas pelajar dengan lingkungan akademik dan dunia sastra,” tandas Rasak sapaanya.
Bagi PBSI FSIKP UMI, LOSARIH juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif dan apresiatif. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa penyelenggara turut mengambil peran dalam memperkenalkan bahasa dan sastra Indonesia kepada generasi muda.
Memasuki penyelenggaraan Vol. VI pada 2026, LOSARIH diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda sastra yang mampu menjangkau lebih banyak pelajar serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda di bidang bahasa dan sastra Indonesia. (















