BupAAS Tak Jijik Berjibaku Air Hitam Pekat dan Tumpukan Sampah Bersihkan Drainase di Lonrae

Di tengah air yang menghitam pekat dan tumpukan sampah yang memenuhi drainase, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si., (topi hitam) menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya dengan kata-kata.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Di tengah air yang menghitam pekat dan tumpukan sampah yang memenuhi drainase, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si., (BupAAS) menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya dengan kata-kata.

Ada saatnya seorang pemimpin harus turun langsung, menyentuh persoalan, dan ikut bekerja di tengah kondisi yang jauh dari kata nyaman.

Ahad (11 Oktober 2026), suasana di Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, menjadi saksi sebuah tindakan sederhana yang menyimpan pesan mendalam.

BupAAS turun langsung membersihkan drainase yang dipenuhi sampah.

Ia didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bone, Edy Saputra Syam, dan Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie bersama jajaran.

Pemandangan yang tersaji bukanlah saluran air yang jernih atau lingkungan yang tertata rapi. Sebaliknya, drainase tersebut dipenuhi sampah dengan air berwarna hitam pekat.

Kondisinya memprihatinkan, tetapi tidak menyurutkan langkah BupAAS bersama jajaran untuk membersihkannya.

Sampah demi sampah disingkirkan. Saluran yang semula dipenuhi kotoran dibersihkan agar aliran air kembali terbebas dari sumbatan.

Tak ada persoalan yang bisa diselesaikan hanya dengan berdiri dari kejauhan.

Di Lonrae, BupAAS memilih hadir dan terlibat langsung dalam pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang setiap hari hidup berdampingan dengan lingkungan tersebut.

Ketika Pemimpin Memilih Turun Tangan

Ada pesan yang terasa kuat dari aksi itu: persoalan masyarakat tidak selalu harus diselesaikan dari balik meja.

Drainase yang kotor mungkin hanya terlihat sebagai tumpukan sampah bagi sebagian orang. Namun, bagi warga yang tinggal di sekitarnya, saluran air yang tidak terawat dapat menjadi sumber ketidaknyamanan, menimbulkan bau tak sedap, dan menghambat aliran air ketika hujan turun.

Karena itulah, membersihkan drainase bukan semata-mata urusan mengangkat sampah.

Di baliknya, ada ikhtiar menjaga lingkungan tempat masyarakat tinggal, membangun kesadaran, sekaligus mengingatkan bahwa persoalan kecil yang dibiarkan berlarut-larut dapat membawa dampak lebih besar.

Di tengah kondisi air yang hitam pekat, BupAAS bersama jajarannya tetap melanjutkan pembersihan hingga sampah-sampah di saluran tersebut disingkirkan.

Tindakan itu menjadi gambaran bahwa pekerjaan menjaga lingkungan tidak selalu terlihat megah.

Terkadang, ia justru hadir melalui pekerjaan yang kotor, melelahkan, dan jarang mendapat perhatian, tetapi penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lingkungan Bersih Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Apa yang dilakukan BupAAS di Lonrae juga menyisakan pesan bagi setiap warga: menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Pemerintah dapat turun langsung membersihkan drainase, petugas dapat mengangkut sampah, dan saluran air dapat kembali terbuka. Namun, semua itu akan kehilangan makna apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan terus berulang.

Lingkungan yang bersih membutuhkan kepedulian yang tumbuh dari rumah, dari kebiasaan kecil, hingga kesadaran bersama untuk tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah.

Sebab, saluran air yang hari ini dibersihkan adalah bagian dari lingkungan yang akan digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Aksi di Lonrae pun menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, perubahan bermula ketika seseorang memilih untuk tidak berpaling dari persoalan di hadapannya.

Dan pada Ahad itu, di antara air hitam dan tumpukan sampah, pesan tersebut terasa nyata: kepedulian bukan sekadar tentang apa yang diucapkan, melainkan tentang kesediaan untuk turun tangan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama.

Kini, pekerjaan menjaga kebersihan itu menjadi tanggung jawab bersama. Jangan biarkan drainase yang telah dibersihkan kembali dipenuhi sampah. Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya membuat tempat tinggal lebih nyaman, tetapi juga mencerminkan kepedulian kita terhadap kehidupan orang lain. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *