Pecahkan Persaingan Sulsel! Siswa SMA Islam Athirah Bone Juara 1 Geografi, Kini Bidik Emas Nasional OMI 2026

Ahmad Huzein Djasman, siswa kelas X Al Majid SMA Islam Athirah Bone, sukses menyabet Juara 1 Provinsi Sulawesi Selatan bidang Geografi sekaligus memastikan tiket ke tingkat nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Dari Kabupaten Bone, langkah menuju panggung nasional kembali ditorehkan generasi muda berprestasi.

Ahmad Huzein Djasman, siswa kelas X Al Majid SMA Islam Athirah Bone, sukses menyabet Juara 1 Provinsi Sulawesi Selatan bidang Geografi sekaligus memastikan tiket ke tingkat nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026.

Kabar membanggakan tersebut diumumkan Kementerian Agama Republik Indonesia pada Ahad dini hari, 11 Oktober 2026.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMA Islam Athirah Bone, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan.

Tak sekadar meraih posisi tertinggi di tingkat provinsi, Ahmad Huzein juga tercatat sebagai satu-satunya peserta OMI asal Kabupaten Bone yang berhasil melaju ke tingkat nasional pada 2026.

Prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dan menembus kompetisi nasional melalui ketekunan, semangat belajar, serta keyakinan terhadap kemampuan diri.

Perjuangan Ahmad Huzein belum berakhir. Ia dijadwalkan bertanding pada OMI tingkat nasional di Bandung, Jawa Barat, pada 8–12 November 2026.

Di ajang tersebut, ia akan membawa nama sekolah, Kabupaten Bone, dan Provinsi Sulawesi Selatan untuk bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Motivasi dari Dalam Diri Jadi Kunci Prestasi

Di balik keberhasilan Ahmad Huzein, ada proses belajar dan pendampingan yang terus dilakukan. Pembimbingnya, Basri, S.Si., S.Pd., M.Pd., Gr., mengungkapkan rasa syukur atas capaian anak didiknya tersebut.

Menurut Basri, keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan program sekolah, motivasi intrinsik yang tinggi dalam mempelajari Geografi, serta keyakinan kuat untuk menembus kompetisi tingkat nasional.

“Alhamdulillah, dengan izin dan rida Allah Swt., ananda Ahmad Huzein berhasil lolos ke tingkat nasional. Ananda memiliki motivasi intrinsik yang tinggi dalam belajar Geografi sebagai persiapan menghadapi OMI. Selain itu, ia juga mempunyai keyakinan yang kuat bahwa dirinya mampu melenggang ke tingkat nasional,” ungkap Basri.

Ia menilai, motivasi yang tumbuh dari dalam diri menjadi modal penting bagi peserta didik untuk menjalani proses belajar secara konsisten.

Ketika semangat belajar muncul dari kesadaran dan keinginan untuk berkembang, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan, menetapkan target, serta berusaha mencapai hasil terbaik.

Capaian Ahmad Huzein juga menunjukkan bahwa prestasi tidak datang secara instan. Ada ketekunan, disiplin, pendampingan, doa, dan keberanian untuk bermimpi besar yang menyertai perjalanan menuju keberhasilan.

Bukan Garis Akhir, Ahmad Huzein Bidik Medali Emas

Bagi Ahmad Huzein, gelar juara provinsi bukanlah akhir perjuangan. Justru, prestasi tersebut menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat nasional.

Dengan penuh rasa syukur, ia mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa memberikan hasil terbaik bagi sekolah dan daerah yang diwakilinya.

“Syukur alhamdulillah, saya bisa memberikan hasil terbaik untuk sekolah, kabupaten, dan Provinsi Sulawesi Selatan. Harapan saya, semoga bisa meraih medali emas di tingkat nasional. Aamiin,” tutur Ahmad Huzein.

Target tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya untuk terus mematangkan persiapan sebelum bertanding di Bandung.

Di tingkat nasional nanti, Ahmad Huzein tidak hanya akan menguji kemampuan akademiknya, tetapi juga memperoleh kesempatan memperluas wawasan dan belajar dari peserta-peserta unggul dari seluruh Indonesia.

Kompetisi itu sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan analitis, serta memperdalam pemahaman tentang ruang, wilayah, lingkungan, dan berbagai fenomena geografis.

Prestasi dari Bone, Inspirasi bagi Generasi Muda

Keberhasilan Ahmad Huzein menembus OMI tingkat nasional 2026 membawa pesan penting bagi dunia pendidikan, khususnya bagi pelajar di Kabupaten Bone.

Prestasi ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional terbuka bagi siapa saja yang bersedia belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, dan terus mengembangkan potensi diri.

Lebih dari sekadar gelar juara, perjalanan Ahmad Huzein menjadi contoh bahwa minat yang ditekuni secara konsisten dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi.

Budaya belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan keberanian mencoba menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Kini, dukungan dan doa keluarga besar SMA Islam Athirah Bone mengiringi langkah Ahmad Huzein menuju kompetisi nasional di Bandung. Harapan untuk membawa pulang medali emas menjadi motivasi, sementara proses belajar dan pengalaman berkompetisi tetap menjadi bagian utama dari perjuangannya.

Masyarakat Bone dan Sulawesi Selatan tentu berharap Ahmad Huzein mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya serta kembali menorehkan prestasi yang membanggakan.

Dari Bone menuju panggung nasional, Ahmad Huzein membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari bangku sekolah. Kini, tantangan berikutnya adalah mengubah gelar juara provinsi menjadi prestasi terbaik di tingkat Indonesia. Semoga ikhtiarnya mengantarkan medali emas dan menginspirasi lebih banyak pelajar untuk berani bermimpi serta berjuang meraih prestasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *