BONE, NALARMEDIA.ID – Respons cepat ditunjukkan personel Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali saat membantu memadamkan kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik warga di Dusun Jompie, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Ahad (8 November 2026).
Dalam peristiwa tersebut, rumah milik Arif bin Pawise (60), seorang petani, ludes dilalap api. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Berdasarkan laporan sementara, api diduga bermula dari aktivitas cucu pemilik rumah yang bermain dan menyalakan lilin di dekat tempat tidur. Api kemudian diduga menyambar kasur hingga dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian rumah.
Mendapat informasi dari Sekretaris Desa Liliriawang, Irwan, Komandan Yonarmed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P., langsung memerintahkan personelnya bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit kendaraan pemadam kebakaran.
Sebanyak 12 personel tiba sekitar pukul 13.45 WITA dan langsung berjibaku melakukan pemadaman. Setelah berjuang selama kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 15.20 WITA.
Namun, besarnya kobaran api membuat sejumlah harta benda milik korban tidak berhasil diselamatkan. Selain rumah semi permanen, sekitar 10 karung gabah dan uang tunai senilai Rp100 juta turut hangus terbakar.
Komandan Yonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, terutama aktivitas anak-anak yang berkaitan dengan benda-benda mudah terbakar.
“Beberapa waktu belakangan ini sering terjadi kebakaran rumah maupun lahan. Kejadian hari ini diduga diakibatkan lilin yang dinyalakan di sekitar tempat tidur karena cucu pemilik rumah sedang bermain bakar-bakaran lilin,” ungkapnya.
Ia secara khusus mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di dalam maupun di luar rumah. Penggunaan lilin, korek api, dan benda lain yang dapat memicu kebakaran harus benar-benar diperhatikan.
Menurutnya, kewaspadaan dan pengawasan keluarga menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus menghindari kerugian materiil maupun jatuhnya korban jiwa.
Keterlibatan personel Yonarmed 21/Kawali dalam penanganan kebakaran tersebut menjadi wujud kepedulian dan respons cepat TNI dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, seluruh personel melakukan pengecekan personel serta material sebelum kembali ke asrama Yonarmed 21/Kawali. (red)















