BONE, NALARMEDIA — Tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Wabup Andi Akmal Pasluddin, mengalami peningkatan.
Berdasarkan data, periode 2020 – 2025, pertumbuhan ekonomi Bone sempat terkontraksi minus 0,23 persen pada 2020 mulai bangkit pada 2021 dengan capaian 5,53 persen dan tetap stabil di angka 5,23 persen pada 2022.
Pertumbuhan sempat melambat menjadi 3,77 persen pada 2023, namun kembali meningkat menjadi 5,56 persen pada 2024 dan menembus 6,03 persen pada 2025 atau di bawah kepemimpinan pasangan Beramal, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Sejalan dengan itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Bone juga mengalami peningkatan konsisten, dari Rp48,67 juta pada 2021 menjadi Rp53,48 juta pada 2022, Rp57,02 juta pada 2023, Rp60,26 juta pada 2024, dan mencapai Rp64,76 juta pada 2025.
Data ini menunjukkan pertambahan nilai PDRB per kapita, sejalan bertambahnya tingkat kesejahteraan atau kemakmuran penduduk di daerah tersebut.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menjelaskan, capaian pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PDRB tidak lepas dari beberapa faktor.
Faktor seperti mengalirnya banyak anggaran ke Kabupaten Bone sepanjang 2025. Baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga dukungan CSR dan sumber lainnya.
Tidak tanggung-tanggung perputaran anggaran di Bone pada 2025 menembus di angka Rp5 triliun.
“Hal ini yang ikut menggerakkan aktivitas perekonomian masyarakat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone,” ucap Bupati Andi Asman, Jumat (27 Februari 2026).
Bupati Andi Asman menyebutkan, sektor pertanian menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi melalui program peningkatan indeks pertanaman (IP) 400 seluas lebih dari 42 ribu hektare.
Komoditas jagung, program makan bergizi gratis berbasis bahan dan tenaga kerja lokal, keterlibatan UMKM, sektor peternakan, serta tingginya realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga turut memperkuat sektor ekonomi daerah.
Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone.
“PDRB per kapita adalah indikator ekonomi yang dihitung dari total Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) dibagi jumlah penduduk di suatu wilayah (provinsi/kabupaten/kota) pada periode tertentu. Ini mencerminkan rata-rata pendapatan penduduk, tingkat kesejahteraan, dan kinerja pembangunan ekonomi daerah tersebut,” tutur Bupati Andi Asman. (red)















