BONE, NALARMEDIA – Senyum haru tak mampu disembunyikan dari wajah Masetang, warga Desa Pada Cengnga, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, saat menerima bantuan program bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone, Senin (8 Juni 2026).
Bagi Masetang, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik sebuah rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dalam keterbatasan di sebuah gubuk sederhana yang nyaris tak layak dihuni.
Sebelum mendapatkan bantuan, Masetang tinggal seorang diri di sebuah gubuk berukuran sekitar 4 meter x 4 meter. Bangunan sederhana itu menjadi satu-satunya tempat ia berlindung dari terik matahari dan derasnya hujan.
Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia.
Di beberapa bagian, dinding itu ditambal menggunakan seng bekas yang sudah berkarat. Sementara lantainya masih berupa tanah yang setiap musim hujan berubah menjadi becek dan dingin.
Di dalam gubuk itu hampir tak ada perabotan yang layak. Hanya beberapa barang sederhana yang menemani hari-harinya, menjadi saksi bisu perjuangan hidup yang dijalani dengan penuh kesabaran.
Kondisi tersebut kemudian mengetuk kepedulian Baznas Bone. Melalui program bedah rumah, Baznas hadir memberikan solusi nyata agar masyarakat kurang mampu dapat menikmati tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Bone, Muhaimin Ali, Lc.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Baznas Bone dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Kini, rumah Masetang telah berubah menjadi bangunan yang layak huni. Dinding yang kokoh, lantai yang bersih, serta kondisi rumah yang lebih aman memberikan kenyamanan yang selama ini hanya menjadi impian.
Perubahan itu tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih baik, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri dan harapan baru bagi Masetang untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan suara bergetar menahan haru, Masetang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Bone serta para muzaki yang telah menyisihkan sebagian rezekinya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas Bone atas bantuan bedah rumah ini. Dulu saya tinggal di rumah yang sangat sederhana dan sering khawatir saat hujan atau angin kencang. Sekarang saya sudah punya rumah yang layak untuk ditempati. Semoga Allah membalas semua kebaikan Baznas dan para donatur yang telah membantu saya,” ungkap Masetang.
Ia mengaku bantuan tersebut menjadi berkah yang tidak akan pernah dilupakannya.
Program bedah rumah yang dijalankan Baznas Bone menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu mengubah kehidupan mustahik secara berkelanjutan.
Dari sebuah gubuk reyot yang nyaris roboh, kini berdiri rumah yang memberikan rasa aman dan harapan baru bagi penghuninya.
Di balik bangunan yang berdiri kokoh itu, tersimpan kisah tentang kepedulian, gotong royong, dan kekuatan zakat yang mampu menghadirkan senyum di wajah mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. (red)















