BONE, NALARMEDIA – Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, resmi membuka kegiatan Offroad Overland Beramal Jelajah Bone Selatan 2026 yang dipusatkan di Lapangan Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Jumat (3 April 2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696, yang tahun ini diwarnai dengan berbagai kegiatan berskala lokal hingga nasional.
Alhasil, Hari Jadi Bone ke-696 pun semakin semarak dengan kehadiran event ini, yang tidak hanya menyuguhkan adrenalin dan tantangan, tetapi juga membawa pesan kebersamaan dan kepedulian bagi sesama.
Event offroad tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi sekitar kurang lebih 200 offroader dari berbagai penjuru Indonesia.
Peserta yang ambil bagian tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi juga datang dari luar daerah seperti Samarinda, Parepare, Masamba, Pinrang, Soppeng hingga Pasangkayu.
Kehadiran para offroader dari berbagai wilayah ini menunjukkan bahwa Bone, khususnya kawasan Bone Selatan, semakin dikenal sebagai destinasi yang menantang dan menarik bagi pecinta olahraga otomotif ekstrem.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Asman Sulaiman (BupAAS) menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
BupAAS menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata alam Bone Selatan yang memiliki karakter medan yang unik dan menantang.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Bone memiliki potensi besar, baik dari sisi olahraga otomotif maupun pariwisata. Ini juga menjadi ajang silaturahmi antar komunitas dari berbagai daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi kalender event tahunan yang mampu mendongkrak kunjungan wisata serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Event ini mempertandingkan tiga kategori utama, yakni kelas 4×2, 4×4, dan kategori extreme yang menjadi daya tarik utama.
Sorak sorai penonton dan antusiasme peserta terlihat dalam kegiatan pembukaan, mencerminkan semangat kompetisi yang tinggi sekaligus kebersamaan di antara komunitas offroad.
Ketua panitia, H. Rusli, menjelaskan bahwa konsep kegiatan ini memang dirancang tidak hanya berfokus pada olahraga otomotif, tetapi juga mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun solidaritas antar komunitas sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami mengusung konsep beramal yang menjadi bagian penting dari kegiatan ini,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak panitia telah menyiapkan jalur yang variatif dan menantang, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan peserta.
Sementara itu, Ketua IOF Sulawesi Selatan, Adi Rasyid Ali, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Ikatan Offroad Federation (IOF) tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“IOF hadir bukan hanya untuk menyalurkan hobi, tetapi juga untuk berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa komunitas offroad juga peduli terhadap lingkungan sosial,” ungkapnya. (red)















