Wabup Bone Andi Akmal Pimpin HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Optimalisasi PAD demi Kemandirian Daerah

Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi (monev) serta proyeksi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi (monev) serta proyeksi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone.

Pertemuan strategis tersebut digelar di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Bupati Bone, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Rabu (8 April 2026).

Sebagai Ketua TP2DD Kabupaten Bone, Andi Akmal Pasluddin memimpin langsung jalannya rapat yang dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Bone, A. Tenriawaru, Staf Ahli Bupati Andi Arman Boby, Asisten II Setda Bone, Andi Amran, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bone, Muhammad Angkasa, serta para kepala perangkat daerah pengampu PAD.

Rapat ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi realisasi dan efektivitas strategi peningkatan PAD, sekaligus memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapenda Bone yang juga Sekretaris TP2DD, Muhammad Angkasa, memaparkan laporan teknis terkait capaian sementara PAD tahun berjalan.

Ia juga menguraikan sejumlah tantangan yang dihadapi, khususnya dalam proses pemungutan pajak dan retribusi daerah yang masih membutuhkan penguatan sistem serta inovasi pendekatan.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa percepatan peningkatan PAD harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar angka, melainkan membangun sistem pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan terintegrasi.

“Optimalisasi PAD tidak hanya soal meningkatkan angka, tapi juga bagaimana kita membangun sistem yang akuntabel dan terintegrasi. Intensifikasi dan ekstensifikasi harus diiringi dengan inovasi, terutama melalui digitalisasi proses pemungutan,” tegas Andi Akmal Pasluddin.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong tata kelola berbasis kinerja.

Lebih lanjut, Andi Akmal Pasluddin berharap HLM ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh OPD agar lebih adaptif terhadap tuntutan pengelolaan keuangan yang modern dan responsif.

“Mari kita jadikan PAD sebagai kekuatan fiskal yang mendukung kemandirian daerah. Dengan sinergi dan kerja cerdas, Bone bisa,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital dalam sistem pengelolaan pendapatan di Kabupaten Bone. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *