MAKASSAR, NALARMEDIA — Langkah progresif dalam penguatan kapasitas global ditunjukkan oleh Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Kebumian (FTPK) Universitas Bosowa, Dr. Andi Ilham Samanlangi, S.T., M.T., yang terpilih sebagai peserta dalam program internasional Coal Mining Technology and Safety Management Course Batch 2.
Program bergengsi ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) dan berlangsung dengan rangkaian kegiatan di Bandung, Indonesia, serta pelatihan lanjutan di fasilitas tambang Kushiro Coal Mine, Jepang.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai perusahaan pertambangan nasional serta institusi pendidikan, menjadikan keikutsertaan Dr. Andi Ilham Samanlangi, S.T., M.T., sebagai representasi penting dari kalangan akademisi dalam penguatan kompetensi berbasis industri global.
Rangkaian pelatihan diawali dengan pembelajaran di kelas di Bandung yang mencakup materi regulasi dan keselamatan kerja (K3) pertambangan di Indonesia, pengenalan teknologi pertambangan batubara di Jepang, serta pemahaman budaya dan bahasa Jepang sebagai bekal adaptasi.
Selanjutnya, peserta menjalani pelatihan intensif di Jepang yang mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari manajemen keselamatan pertambangan, praktik penanggulangan bencana (rescue), teknologi preparasi dan penambangan batubara, hingga simulasi ventilasi di tambang bawah tanah.
Peserta juga mengikuti kunjungan langsung ke fasilitas industri, area tambang, serta pembelajaran terkait daur ulang karbon dan budaya kerja industri Jepang yang dikenal disiplin dan efisien.
Dalam keterangannya, Dr. Andi Ilham Samanlangi, S.T., M.T., menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bekal strategis dalam pengembangan pendidikan pertambangan di lingkungan kampus.
“Pelatihan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana teknologi dan standar keselamatan diterapkan secara nyata di industri tambang kelas dunia. Ini bukan hanya pengalaman, tetapi juga referensi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Unibos,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil dari pelatihan ini akan diintegrasikan ke dalam proses akademik, baik dalam kurikulum maupun praktik pembelajaran mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menghadapi standar industri global. Transfer knowledge dari program ini menjadi langkah penting menuju hal tersebut,” tambahnya.
Partisipasi ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Bosowa dalam mendorong penguatan kapasitas dosen melalui pengalaman internasional yang relevan dengan kebutuhan industri, serta menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. (rls/red)















