LUWU TIMUR, NALARMEDIA — PT Vale Indonesia Tbk menunjukkan komitmen nyata dalam keberlanjutan dan kesetaraan.
Langkah nyata itu diwujudkan dengan hadirnya peran perempuan dalam industri pertambangan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki terus mengalami transformasi signifikan.
PT Vale Indonesia Tbk menghadirkan aksi nyata, bukan sekadar wacana. Bahkan menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang terintegrasi melalui prinsip Diversity, Equity & Inclusion (DEI).
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum menegaskan bahwa perusahaan serius menghadirkan ruang kerja yang setara, aman, dan inklusif dari level operator hingga jajaran manajemen tertinggi, bagi seluruh karyawan, termasuk perempuan.
Tren positif partisipasi perempuan hingga Maret 2026, jumlah pekerja perempuan di PT Vale tercatat sebanyak 363 orang atau sekitar 12,37 persen dari total 2.934 karyawan.
Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam lima tahun terakhir.
Pada 2021, persentase pekerja perempuan masih berada di angka 8,6 persen, kemudian meningkat menjadi 8,7 persen pada 2022, 10,21 persen pada 2023, 11,58 persen pada 2024, dan 12,09 persen pada 2025.
Distribusi pekerja perempuan di PT Vale juga tersebar di berbagai wilayah operasional, dengan komposisi yang cukup beragam.
Misalnya di IGP Pomalaa, keterlibatan perempuan mencapai 26,53 persen, di IGP Morowali sebesar 22,77 persen, dan di Sorowako sebesar 10,14 persen.
Data ini menunjukkan bila ruang partisipasi perempuan di sektor pertambangan PT. Vale semakin terbuka luas.
Perempuan hadir di semua lini di PT Vale, tidak hanya di posisi administratif, perempuan juga telah mengambil peran penting di berbagai lini, termasuk sektor operasional dan teknis yang selama ini didominasi laki-laki.
Bahkan, perempuan kini dapat menjalankan tugas sebagai operator alat berat seperti dump truck hingga bekerja dalam sistem shift malam.
Dari total pekerja perempuan, sebanyak 76 orang berada di level non-staff, 156 orang di level staff, 108 orang di level senior staff atau manajer, 18 orang sebagai general manager atau spesialis, serta 5 orang telah menempati posisi manajemen.
Hal ini mencerminkan adanya ruang karier yang terbuka dan setara bagi perempuan untuk berkembang hingga ke tingkat kepemimpinan.
Komitmen Nyata terhadap Kesetaraan Gender
Komitmen PT Vale terhadap kesetaraan gender diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari target peningkatan jumlah pemimpin perempuan, kesetaraan upah, hingga pelatihan kepemimpinan dan budaya kerja inklusif.
Perusahaan juga memberlakukan kebijakan zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan, yang didukung oleh sistem pelaporan aman seperti whistleblowing system dan kanal khusus untuk kekerasan berbasis gender.
Makanya PT Vale menyiapkan fasilitas ramah perempuan seperti ruang laktasi, alat pelindung diri yang disesuaikan, serta fasilitas sanitasi yang memadai di seluruh area operasional.
Di sisi kesejahteraan, PT. Vale memberikan cuti melahirkan selama empat bulan, cuti haid tanpa kewajiban pemeriksaan medis, cuti ayah, serta opsi kerja fleksibel untuk mendukung peran ganda perempuan.
Strategi Rekrutmen dan Pengembangan Berkelanjutan
Guna memacu partisipasi perempuan, PT Vale memberlakukan tahapan rekrutmen berbasis kompetensi tanpa bias gender, serta memperkuat talent pipeline melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan program vokasi, khususnya bagi perempuan lokal.
Program pengembangan juga dirancang secara komprehensif, mulai dari pelatihan kepemimpinan, mentoring dan coaching oleh pimpinan senior, hingga keterlibatan dalam proyek strategis.
Evaluasi berkala dilaksanakan guna memastikan kesetaraan berlangsung efektif, sekaligus memperkuat budaya inklusif di lingkungan kerja.
Sebagai bentuk dukungan internal, PT Vale juga menghadirkan komunitas Vale Women Network, yang menjadi wadah bagi pekerja perempuan untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kapasitas diri.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski menunjukkan progres positif, tantangan terbesar tetap pada upaya mengubah paradigma industri tambang yang secara historis didominasi laki-laki.
Namun, melalui pendekatan sistematis—mulai dari kebijakan, budaya kerja, hingga pengembangan SDM—PT Vale optimistis dapat terus meningkatkan partisipasi perempuan di masa depan.
“Perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang di semua sektor, termasuk sektor teknis. Kesetaraan bukan hanya nilai, tetapi fondasi penting dalam menciptakan pertambangan yang berkelanjutan,” papar Head of Corporate Communications PT Vale.
Makna Hari Kartini: Lebih dari Sekadar Simbol
Bagi PT Vale, peringatan Hari Kartini bukan semata seremoni, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap pemberdayaan perempuan.
Semangat Kartini dimaknai sebagai dorongan agar perempuan berani mengambil peran strategis, menunjukkan kapasitas, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Perusahaan meyakini bahwa kesetaraan adalah energi yang mendorong inovasi dan pertumbuhan.
Sinergi antara pekerja perempuan dan laki-laki menjadi kunci dalam membangun masa depan industri yang lebih inklusif.
Pesan untuk Perempuan Indonesia
PT Vale menebar pesan kuat bagi perempuan Indonesia yang ingin berkarier di industri tambang: sektor ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, semangat belajar, dan keberanian untuk berkembang.
Perempuan tidak hanya diharapkan hadir sebagai bagian dari tenaga kerja, tetapi juga sebagai pemimpin, inovator, dan agen perubahan.
Dengan terus mengasah kemampuan dan percaya pada potensi diri, perempuan diyakini mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Di tengah transformasi industri menuju keberlanjutan, perempuan hadir sebagai kekuatan penting yang membawa perspektif baru, sekaligus memperkaya arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. (ADV)















