MAKASSAR, NALARMEDIA — Ada yang berbeda dari cara Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengampanyekan keselamatan berkendara.
Bukan sekadar soal teknik dan aturan lalu lintas, tetapi juga menyentuh sisi paling mendasar dari seorang pengendara: ketenangan diri.
Melalui program “Zen on Wheels”, yang merupakan inisiatif dari PT Astra Honda Motor bersama jaringan main dealer Honda di seluruh Indonesia, Asmo Sulsel menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi keselamatan berkendara.
Kegiatan ini digelar pada Kamis, 23 April 2026, di Astra Motor Experience Center, Trans Studio Mall Makassar, dan diikuti sekitar 50 pengendara wanita.
Sejak awal, suasana kegiatan terasa hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan mempraktikkan langsung berbagai situasi yang mungkin dihadapi di jalan.
Pendekatan ini membuat edukasi terasa lebih hidup—bukan sekadar teori, melainkan pengalaman yang bisa langsung diterapkan dalam keseharian.
Keselamatan, dalam kegiatan ini, diletakkan pada dua fondasi utama: keterampilan dan kesadaran.
AKBP Siska Dwimarita Susanti, Kasatlantas Polrestabes Makassar, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci utama dalam menciptakan keamanan di jalan raya.
Disiplin berlalu lintas, menurutnya, bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Di sisi lain, edukasi teknis dipandu oleh instruktur safety riding, Wanny.
Ia mengingatkan pentingnya perlengkapan berkendara seperti helm, sarung tangan, sepatu, hingga celana panjang sebagai perlindungan dasar.
Namun lebih dari itu, ia menekankan bahwa keselamatan berawal dari kesadaran.
“Keselamatan berkendara bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga soal kesadaran diri. Ketika kita bisa lebih tenang, fokus, dan aware terhadap kondisi sekitar, maka risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Nilai “Zen” dalam program ini tidak sekadar menjadi konsep, tetapi benar-benar dihadirkan secara nyata.
Melalui sesi bersama instruktur yoga, Endah Mala, peserta diajak melatih teknik pernapasan, menjaga fokus, serta menghadirkan kesadaran penuh.
Sesi ini menjadi momen reflektif—bahwa berkendara bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga proses mental yang membutuhkan ketenangan.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menyebut pendekatan ini sebagai cara baru dalam mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, kemampuan mengelola emosi dan menjaga fokus menjadi faktor penting yang sering luput dari perhatian pengendara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya soal teknik, tetapi juga tentang bagaimana pengendara mampu mengelola emosi dan fokusnya. Dengan pendekatan ‘Zen’, kami berharap peserta dapat lebih sadar dan tenang saat berkendara di jalan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Marketing Manager Asmo Sulsel, Kresna Murti Dewanto.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membangun budaya berkendara yang aman dan berkesadaran.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan edukasi yang lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga dari sisi mindset pengendara. Harapannya, setiap perjalanan dapat dilakukan dengan lebih aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutupnya.
Lebih dari sekadar kampanye, “Zen on Wheels” menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan tidak hanya ditentukan oleh seberapa mahir seseorang mengendalikan kendaraan, tetapi juga oleh seberapa tenang ia mengendalikan dirinya.
Sebab, dari pikiran yang jernih, lahir keputusan yang tepat—dan dari situlah keselamatan bermula. (ADV)















