Peran PLN Angkat UMKM Selayar: “To Riolo”, Terasi Lokal yang Tembus Pasar Modern

Proses produksi terasi To Riolo, dari pengolahan hingga penjemuran, dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas dan cita rasa khas.
banner 325x300

SELAYAR, NALARMEDIA — Di gugusan pulau Kabupaten Kepulauan Selayar, laut bukan sekadar bentang alam—ia adalah nadi kehidupan. Hadir peran nyata PLN.

Dari sana, lahir cerita tentang keberanian memulai kembali, tentang harapan yang tumbuh dari keterbatasan, dan tentang aroma terasi yang perlahan mengantar mimpi menjadi nyata.

Cerita itu bermula pada 2023, dari sebuah rumah produksi sederhana milik Patta Nawang (45).

Di tempat kecil itu, ia bersama sang istri meracik masa depan, memulai usaha terasi udang dengan nama To Riolo—sebuah nama yang sarat makna, merujuk pada leluhur, pada nilai kejujuran dan kualitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun jalan menuju titik ini tidaklah mudah. Sebelumnya, Patta Nawang adalah pedagang pakaian—menjual baju, sepatu, hingga tas.

Kerasnya persaingan pasar tak membuat usahanya perlahan tumbang. Di tengah keterbatasan, ia dihadapkan pada pilihan: menyerah atau memulai lagi dari nol.

Ia memilih yang kedua.

Dengan sisa tabungan sebanyak Rp7 juta, ia dan istrinya memberanikan diri membuka lembaran baru. Tanpa jaminan, tanpa kepastian, hanya berbekal keyakinan.

“Kalau tidak dicoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya. Jadi kami mulai saja, pelan-pelan dari rumah,” kenangnya.

Langkah awal itu sederhana. Hanya 50 botol terasi yang diproduksi. Sebagian besar bahkan tidak dijual, melainkan dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan teman sebagai bentuk promosi.

Dari situlah cerita To Riolo mulai menyebar—dari rasa yang jujur, lahir kepercayaan.

Namun, usaha berbasis laut bukan tanpa tantangan. Ketersediaan bahan baku yang bergantung pada alam, serta proses pengeringan yang sepenuhnya mengandalkan panas matahari, kerap menjadi ujian tersendiri.

Pernah suatu waktu, ia harus menelan kerugian karena kualitas udang yang tidak layak.

“Kalau bahannya tidak bagus, saya tidak pakai. Lebih baik rugi daripada mengecewakan pelanggan,” tegasnya.

Prinsip itu menjadi fondasi yang menguatkan langkahnya. Dari hari ke hari, usaha To Riolo tumbuh.

Kini, produksinya mencapai 300 hingga 500 botol per hari—atau sekitar 12 ton per tahun, tergantung cuaca.

Dari usaha rumahan, kini ia telah memberdayakan tujuh orang pekerja dari lingkungan sekitar.

Omzetnya pun melonjak hingga menyentuh angka Rp70 juta per bulan.

Lebih dari itu, produk To Riolo kini telah menembus pasar modern—tersedia di sejumlah minimarket dan supermarket di Selayar hingga Makassar.

Terasi ini bahkan mampu bertahan hingga satu tahun, menjadikannya tidak hanya lezat, tetapi juga berkualitas.

Di balik pertumbuhan itu, ada peran penting dari Rumah BUMN Selayar yang dikelola oleh PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.

Melalui program ini, Patta Nawang mendapatkan pelatihan, pendampingan, sertifikasi, hingga bantuan alat produksi.

“Dulu saya tidak pernah bayangkan produk saya bisa masuk supermarket. Tapi setelah dibina, saya jadi paham soal kualitas, kemasan, dan cara mengembangkan usaha,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Rumah BUMN hadir agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Kami ingin membuka akses lebih luas bagi mereka, baik dari sisi pengetahuan maupun pasar,” sebutnya.

Kisah To Riolo hari ini bukan hanya tentang terasi. Ia adalah cerita tentang keberanian memulai dari nol, tentang menjaga kualitas di tengah keterbatasan, dan tentang mimpi yang tumbuh perlahan—namun pasti.

Bagi Patta Nawang, usaha ini telah melampaui sekadar sumber penghasilan. Ia adalah harapan yang hidup—yang tak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya.

Sebab dari pesisir Selayar, sebuah pelajaran sederhana mengemuka: bahwa ketekunan, ketika dirawat dengan kejujuran, akan selalu menemukan jalannya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *