BONE, NALARMEDIA – Kehadiran sebuah kafe tak lagi sekadar tentang tempat menikmati makanan dan minuman. Di tengah geliat perkembangan kota, ruang-ruang seperti ini perlahan menjelma menjadi titik temu ide, persahabatan, hingga penggerak ekonomi masyarakat.
Nuansa itulah yang terasa saat Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman atau yang akrab disapa BupAAS menghadiri launching AUBE Cafe di Jalan Sulawesi, Sabtu (2 Mei 2026).
Dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, BupAAS menyambut baik hadirnya kafe baru tersebut.
Menurutnya, investasi usaha kuliner seperti AUBE Cafe bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat Bone.
BupAAS menilai, kehadiran AUBE Cafe menjadi bukti bahwa sektor usaha lokal terus tumbuh dan memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya serta bekerja di daerah sendiri.
“Kehadiran kafe baru ini membawa kebaikan bagi Bone karena mempekerjakan tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar BupAAS.
Ia juga melihat tempat seperti AUBE Cafe dapat menjadi ruang silaturahmi yang sehat bagi masyarakat.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, keberadaan tempat berkumpul yang nyaman dinilai penting untuk menjaga hubungan sosial dan mempererat kebersamaan.
“Tempat seperti ini juga bisa menjadi ruang silaturahmi, tempat berdiskusi, bertukar ide, dan mempererat kebersamaan,” tambahnya.
Di sela kunjungannya, BupAAS bahkan mengaku memiliki menu favorit di AUBE Cafe.
Dari sekian pilihan menu yang tersedia, Sop Buntut menjadi hidangan yang paling menarik perhatiannya.
“Salah satu menu favorit saya di sini yakni Sop Buntut,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Owner AUBE Cafe, Hafid menyampaikan bahwa AUBE Cafe hadir dengan konsep nyaman dan harga yang ramah di kantong agar bisa dinikmati semua kalangan.
Menurut Hafid, menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Untuk minuman, pengunjung juga dapat memilih aneka kopi maupun non kopi sesuai selera.
“Harga yang kami tawarkan relatif terjangkau, mulai dari Rp20 ribu sampai Rp50 ribu,” ujarnya.
Tak hanya menghadirkan tempat makan dan nongkrong, AUBE Cafe juga menyediakan meeting room yang dapat digunakan masyarakat untuk pertemuan, diskusi komunitas, hingga aktivitas bisnis.
Dengan konsep tersebut, AUBE Cafe diharapkan bukan hanya menjadi tempat menikmati sajian kuliner, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan interaksi sosial di Kabupaten Bone.
Di tengah perkembangan kota yang terus bergerak, hadirnya AUBE Cafe menjadi penanda bahwa Bone sedang melangkah menjadi daerah yang semakin hidup — bukan hanya dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya ruang-ruang kebersamaan yang memberi manfaat bagi masyarakatnya. (red)















