BONE, NALARMEDIA – Pemerintah Kabupaten Bone melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, bergerak cepat menyikapi kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Jumat (8 Mei 2026).
Menyusul cuaca ekstrem dan genangan air yang berdampak pada aktivitas masyarakat, Edy Saputra Syam menginstruksikan seluruh pengawas pendidikan dan kepala UPT di setiap tingkatan agar segera melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
Instruksi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah tetap menjadi prioritas utama.
“Kami meminta kepada seluruh pengawas dan kepala UPT agar menjadikan kondisi ini sebagai atensi serius dengan memantau langsung sekolah-sekolah yang terdampak banjir,” ujar Edy Saputra Syam.
Ia menegaskan, apabila kondisi di lapangan dinilai tidak memungkinkan untuk pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka, maka sekolah diberikan ruang untuk mengalihkan pembelajaran menggunakan metode daring atau pembelajaran jarak jauh.
Namun demikian, Edy menekankan bahwa sebelum kebijakan pembelajaran daring diterapkan, pihak sekolah terlebih dahulu harus melakukan pengecekan dan memastikan kondisi riil di lapangan.
“Jika memang situasi tidak memungkinkan untuk aktivitas belajar tatap muka, silakan dialihkan ke metode daring. Tetapi sebelum itu dilakukan, sekolah harus memastikan kondisi dan situasi yang ada demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, langkah cepat tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan meski di tengah kondisi bencana, sekaligus mencegah risiko yang dapat membahayakan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bone diketahui masih terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak malam hingga dini hari.
Beberapa titik permukiman dan fasilitas umum dilaporkan terendam air, termasuk akses jalan dan lingkungan sekolah di beberapa wilayah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bone juga terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat guna memantau perkembangan kondisi banjir serta memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan dengan aman dan efektif. (red)















