Stok Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor, Wamentan: Bukti Ekonomi dan Peternakan Indonesia Tetap Kuat

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan hewan kurban nasional pada Idul Adha 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman bahkan surplus.
banner 325x300

JAKARTA, NALARMEDIA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan hewan kurban nasional pada Idul Adha 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman bahkan surplus.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, total stok hewan kurban nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya sekitar 2,4 juta ekor.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia tercatat mengalami surplus sekitar 800 ribu ekor hewan kurban, yang dinilai menjadi indikator positif ketahanan pangan dan daya beli masyarakat di tengah tantangan global.

“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” papar Wamentan Sudaryono saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (27 Mei 2026).

Data nasional juga menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban pada 2025 mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2.033.995 ekor.

Optimisme tersebut turut tercermin di lingkungan Kementerian Pertanian. Pada tahun 2026 ini, Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian mencatat rekor tertinggi jumlah hewan kurban yang terkumpul, yakni 49 ekor terdiri dari 41 sapi dan 8 kambing.

Jumlah itu meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2024 hanya terdapat 2 sapi dan 15 kambing, lalu meningkat menjadi 9 sapi dan 10 kambing pada 2025, hingga melonjak drastis pada tahun ini.

“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat lingkup Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyumbangkan 15 ekor sapi kurban.

Untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

“Tolong juga seluruh penyembelihan hewan ini dilaksanakan dengan higienis, dengan baik, bersih, sehingga tidak menimbulkan satu hal yang tidak kita inginkan,” tegas Sudaryono.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan bahwa total proyeksi ketersediaan hewan kurban nasional terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” jelas Agung.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden ke berbagai provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan lembaga masyarakat.

“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” kata Agung.

Di sisi lain, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 32.690 ekor.

Menurut Agung, peningkatan kebutuhan hewan kurban dan dam haji menjadi berkah tersendiri bagi peternak nasional karena membuka peluang pasar yang besar setiap tahunnya.

“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” pungkasnya. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *