BONE, NALARMEDIA – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bone, Kuncoro Bhakti Hanung Prihanto, melakukan audiensi dengan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS), di Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa (9 Juni 2026).
Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Bone yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10 Juni 2026).
Audiensi dilakukan sebagai bentuk koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bone dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Bone dalam menyukseskan agenda strategis nasional di bidang pertanahan.
Dalam pertemuan itu, Kuncoro Bhakti Hanung Prihanto menyampaikan berbagai persiapan yang telah dilakukan menjelang pelaksanaan GTRA.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat penataan aset dan akses masyarakat terhadap tanah, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan melalui program reforma agraria.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Bone sangat penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyambut baik pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria di Kabupaten Bone.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BupAAS menilai reforma agraria memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum atas tanah, mengurangi potensi konflik agraria, serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang lebih produktif.
Audiensi tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemkab Bone dan Kantor Pertanahan dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Bone diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam mendukung pemerataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah guna mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (red)















