BONE, NALARMEDIA – Langit Desa Bance’e, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, dipenuhi semangat dan keberanian para prajurit saat Latihan Terjun Penyegaran Statik Triwulan II Tahun Anggaran 2026 digelar di Dodiklatpur Rindam XIV/Hasanuddin, Rabu (24 Juni 2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Batalyon Infanteri (Yonif) 432/Waspada Setia Jaya (WSJ) tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.
Sebanyak 255 penerjun ambil bagian dalam latihan yang menjadi bagian dari program pembinaan dan pemeliharaan kemampuan prajurit berkualifikasi para.
Kegiatan ini bertujuan menjaga sekaligus meningkatkan keterampilan dasar penerjunan agar para prajurit tetap profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tugas operasi di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Bone sebagai lokasi pelaksanaan latihan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Bone senantiasa membuka ruang komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh unsur TNI. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wabup Andi Akmal.
Tak hanya mengapresiasi pelaksanaan latihan, Wakil Bupati Bone juga memberikan penghargaan kepada jajaran Kostrad, khususnya Yonif 432/WSJ, yang menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Sinergitas antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat adalah pilar utama dalam menjaga kondusivitas serta mendorong pembangunan di Kabupaten Bone. Kegiatan bakti sosial ini membuktikan bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., menekankan bahwa latihan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap prajurit untuk menjaga kemampuan tempur, disiplin, dan profesionalisme.
“Latihan adalah kebutuhan bagi setiap prajurit. Melalui latihan yang terencana dan berkesinambungan, kemampuan tempur, disiplin, serta profesionalisme prajurit akan terus terpelihara sehingga siap menjalankan setiap tugas yang dipercayakan negara,” ujarnya.
Selain pelaksanaan latihan terjun statik, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian sembako dan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sosial masyarakat.
Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian TNI kepada bangsa dan negara. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten Kasdivif 3 Kostrad, Danbrigif 3/Tri Budi Sakti, Dandim 1407/Bone, Dandodiklatpur Rindam XIV/Hasanuddin, Danyonif 432/WSJ, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bone, Tripika Kecamatan Libureng, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui pelaksanaan latihan terjun penyegaran statik ini, profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan tempur prajurit Yonif 432/WSJ diharapkan semakin meningkat.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bone, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (red)















