Empati Gubernur Andi Sudirman untuk Keluarga Korban Tenggelam di Pantai CPI

Santunan dan Sembako Disalurkan di Tengah Duka

Sebagai bentuk empati atas wafatnya Muh Hafid Al-Imran (10) yang meninggal akibat tenggelam di kawasan Pantai Center Point of Indonesia (CPI), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan berupa dana santunan dan paket sembako kepada keluarga korban.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Kepedulian Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kembali dirasakan masyarakat yang tengah dilanda musibah.

Sebagai bentuk empati atas wafatnya Muh Hafid Al-Imran (10) yang meninggal akibat tenggelam di kawasan Pantai Center Point of Indonesia (CPI), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan berupa dana santunan dan paket sembako kepada keluarga korban.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Staf Khusus Gubernur Sulsel, Achmad Hidayat, kepada ibu almarhum, Nurhadija Saipa, di kediamannya di Jalan Kakatua II, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sabtu (4 Juli 2026).

Achmad Hidayat menjelaskan, penyaluran bantuan merupakan arahan langsung Gubernur Sulsel sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.

“Atas arahan Bapak Gubernur, kami menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan kepada keluarga almarhum. Beliau sangat peka dan memiliki empati yang besar terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga,” kata Achmad Hidayat.

Suasana haru menyelimuti penyerahan bantuan tersebut. Meski masih diselimuti duka mendalam, Nurhadija Saipa yang sehari-hari mengabdikan diri membantu mengurus Panti Asuhan Hikmah tampak tegar menerima perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Andi Sudirman Sulaiman atas kepedulian yang diberikan kepada keluarganya.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur atas bantuan dan kepeduliannya kepada kami. Semoga Allah membalas segala kebaikan beliau,” ucap Nurhadija.

Penyerahan bantuan juga dihadiri perwakilan Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Wakil Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kubah 99 Asmaul Husna, Ustadz Mufassir Arif, para imam masjid, serta pengurus Masjid 99 Kubah yang turut memberikan dukungan moril dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Diketahui, Muh Hafid Al-Imran meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi bersama dua orang saudaranya di pantai depan Masjid 99 Kubah, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, pada Kamis (2 Juli 2026) sore.

Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan sekitar pukul 18.37 Wita setelah dilakukan pencarian intensif.

Namun, Hafid ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Kehadiran bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam pembangunan, tetapi juga senantiasa memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *