BONE, NALARMEDIA – Panitia Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qira’ah Pendekatan Metode Tasbih terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan digelar pada Sabtu (11 Juli 2026).
Seminar yang diperuntukkan bagi imam masjid se-Kabupaten Bone ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat syiar Islam di daerah.
Rapat persiapan dan pemantapan berlangsung di Ruang Pimpinan Baznas Kabupaten Bone, Jumat (10 Juli 2026).
Pertemuan tersebut dipimpin oleh panitia pelaksana dan turut dihadiri Ketua Baznas Kabupaten Bone, Drs. H. Zainal Abidin, sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan seminar berskala internasional tersebut.
Dalam rapat, panitia membahas secara menyeluruh berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, mekanisme registrasi peserta, penyambutan tamu undangan, hingga pembagian tugas kepada setiap seksi agar seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, lancar, dan sesuai jadwal.
Ketua Panitia, Rusmin Igho, S.H., menegaskan pentingnya kekompakan dan kedisiplinan seluruh panitia dalam menyukseskan kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut.
“Seminar ini merupakan kegiatan besar yang melibatkan berbagai pihak. Karena itu kami mengharapkan seluruh panitia hadir tepat waktu, bekerja sama dengan baik, dan menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal agar pelaksanaan seminar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujar Rusmin.
Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qira’ah ini ditargetkan diikuti sekitar 150 imam masjid yang berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Bone.
Rencananya, kegiatan akan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone.
Mengusung pendekatan Metode Tasbih, seminar ini dirancang sebagai salah satu inovasi pembelajaran tahsin Al-Qur’an yang lebih sistematis, aplikatif, dan mudah diterapkan oleh para imam masjid dalam meningkatkan kualitas bacaan maupun pembinaan jamaah.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Baznas Kabupaten Bone, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone, dan Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Bone, sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang keagamaan.
Panitia berharap seminar ini tidak hanya meningkatkan kompetensi para imam dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid yang benar, tetapi juga menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Dengan persiapan yang semakin matang serta dukungan berbagai lembaga keagamaan, Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qira’ah Pendekatan Metode Tasbih diharapkan menjadi salah satu agenda strategis dalam mencetak imam masjid yang profesional, berkompeten, dan mampu menjadi teladan dalam syiar Al-Qur’an di Kabupaten Bone. (red)















