PLN Dorong 295 UMKM Bulukumba Naik Kelas, Perkuat Daya Saing Lewat Digitalisasi dan Branding

Komitmen PT PLN (Persero) dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop UMKM Naik Kelas 2026.
banner 325x300

BULUKUMBA, NALARMEDIA – Komitmen PT PLN (Persero) dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop UMKM Naik Kelas 2026.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menghadirkan pelatihan komprehensif bagi ratusan pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Juli 2026 ini merupakan hasil kolaborasi PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bulukumba. Sebanyak 295 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha mengikuti workshop yang membahas digitalisasi usaha, strategi pemasaran, branding, pengemasan produk, hingga penguatan sinergi pemerintah dalam pengembangan UMKM.

Mewakili Bupati Bulukumba, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. H. Muhammad Daud Kahal, M.Si, mengapresiasi langkah PLN yang dinilai konsisten menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata melalui program TJSL dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Kabupaten Bulukumba. Kami berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh, berkembang, dan benar-benar naik kelas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya sebatas menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan program sosial yang mampu memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemberdayaan UMKM merupakan investasi sosial yang akan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Melalui Program Tanggung Jawab Sosial, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu bentuk investasi sosial yang kami yakini mampu menciptakan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM,” kata Edyansyah.

Antusiasme peserta juga terlihat sepanjang pelaksanaan workshop. Salah seorang peserta, Erna (25), pemilik UMKM Sabuk Batik Bulukumba, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, mulai dari strategi pemasaran hingga membangun jejaring bisnis dengan pelaku UMKM lainnya.

Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Materi yang diberikan bukan hanya mengajarkan bagaimana mengembangkan usaha, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bertemu dengan banyak relasi dan menambah wawasan mengenai strategi pengembangan usaha ke depannya,” ungkap Erna.

Melalui sinergi antara PLN, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, dan TDA Bulukumba, ekosistem UMKM diharapkan semakin kuat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, UMKM Bulukumba diharapkan tidak hanya bertahan menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta bersaing di pasar lokal hingga nasional.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menjadi kunci dalam mewujudkan UMKM yang tangguh, inovatif, dan benar-benar naik kelas di era ekonomi digital. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *