BONE, NALARMEDIA – Agenda Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 punya cerita. Jalan pengabdian. Dari mimpi jadi kenyataan.
Bukan semata soal pembangunan. Namun, ada sisi lain penuh makna dari TMMD ke-129 Tahun 2026 di desa yang memiliki luas 30,24 km². Namanya, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Lokasi Pattuku ini memiliki elevasi wilayah yang bervariasi antara 400 sampai dengan 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi TMMD ini berada di daerah pegunungan menghadirkan pesan kebersamaan.

Bukan tanpa alasan, tidak ada meja kehormatan. Begitupun tidak ada kursi istimewa. Yang ada hanyalah momentum sederhana tempat masyarakat berkumpul menikmati makan siang bersama dalam satu tempat, Rabu (14 Juli 2026).
Di situ ada Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., dan Komandan Kodim 1407/Bone, Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, mereka kompak memilih duduk bersama warga Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani.
Di tangan pejabat hanya ada nasi kotak berwarna putih, sama seperti yang disantap masyarakat lainnya. Tak ada perlakuan yang berbeda. Semua sama. Satu rasa.

Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, tokoh masyarakat, prajurit TNI, hingga para pejabat lainnya larut dalam suasana sederhana penuh kekerabatan.
BupAAS terlihat bersemangat berbincang santai dengan masyarakat.
Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tersebut mendengarkan cerita para orang tua, menyapa anak-anak dengan senyum hangat. Tidak hanya itu, sesekali melempar candaan yang mengundang gelak tawa. Bahkan ikut berbagi rezeki kepada masyarakat setempat.
Bagi warga Desa Pattuku, pemandangan ini bukan semata makan siang bersama. Kali ini, istimewa dan penuh makna. Sosok pemimpin yang hadir langsung menyapa dan merakyat.
Suasana perjumpaan tanpa protokoler yang kaku. Potret ini menjadi bukti bahwa jabatan tidak harus menciptakan sekat. TMMD menjadi saksi.
Kesederhanaan yang ditunjukkan BupAAS, Wabup, dan Dandim 1407 menjadikan suasana terasa cair.
Tak ada kesan formal ataupun canggung. Semua larut dalam nuansa kebersamaan yang hangat.
Wabup Andi Akmal dan Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus pun ikut berbaur bersama masyarakat.
Mereka menikmati hidangan yang sama, berbincang tanpa batas, serta mendengarkan dan berinteraksi langsung bersama warga desa.
Kejadian sederhana ini menjadi kenangan nyata bahwa semangat TMMD begitu besar dan penuh makna.
Program yang dihadirkan TNI ini bukan sekadar membangun jalan, jembatan, ataupun fasilitas umum, melainkan juga menghadirkan kedekatan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Di sela-sela kegiatan TMMD, makan bersama merupakan bahasa yang paling mudah dipahami semua orang. Sebab, di atas nasi kotak putih yang sederhana itu, tumbuh rasa saling menghargai, kebersamaan, dan persaudaraan.
Kenangan duduk makan bersama pemimpin daerah tanpa sekat akan senantiasa tersimpan rapih dalam hati dan pikiran.
Seorang pemimpin sejati tidak selalu dikenang karena pidatonya yang panjang atau kemegahan acaranya. Bahkan, ia bisa dikenang lantaran kesederhanaannya duduk di tanah yang sama, menikmati makanan yang sama, dan mendengarkan rakyatnya dengan hati yang sama. TMMD hadir membawa pesan dan kesan untuk semua.
Pada TMMD ini siap mewujudkan harapan masyarakat tentang infrastruktur yang memadai. Betapa tidak, personel TNI bakal menghadirkan pembangunan jembatan gantung.
Jembatan yang akan dibangun TNI sepanjang sekitar 50 meter yang nantinya menghubungkan dua dusun, yakni Dusun Patukku dan Dusun Lemo.
Dandim 1407 menyebutkan bila kehadiran jembatan gantung tersebut nantinya akan dimanfaatkan masyarakat dalam mendukung akses mobilitas masyarakat terhadap aktivitas ekonomi dan layanan sehari-hari.
Lanjut Dandim 1407, masyarakat tak perlu lagi mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Utamanya ketika musim hujan dan debit air sungai meningkat.

Bupati Bone mengapresiasi semangat jajaran Kodim 1407 melalui program TMMD yang hadir membantu masyarakat.
Apalagi Kecamatan Bontocani, lokasi TMMD memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Bontocani merupakan daerah yang menyimpan kekayaan alam luar biasa. “TMMD membawa harapan itu jadi lebih nyata,” tandasnya. (red)















