MAKASSAR, NALARMEDIA – Komitmen Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata.
Mengusung semangat tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Asmo Sulsel menggandeng UMKM binaannya, KT Cokonuri, untuk mengedukasi sekitar 150 siswa baru SMP Negeri 40 Makassar mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan limbah berbasis daur ulang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pilar lingkungan dalam program CSR Asmo Sulsel yang bertujuan menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.
Para siswa dikenalkan pada kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar bagi bumi, yakni memilah sampah sesuai jenisnya.
Sosialisasi dipandu langsung oleh pengurus UMKM KT Cokonuri, Taufik. Dalam pemaparannya, siswa diberikan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, serta cara pengelolaannya.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam masih memiliki nilai ekonomi apabila didaur ulang dengan benar.
Tak hanya mendapatkan teori, para siswa juga diajak mengikuti praktik langsung memilah sampah.
Melalui kegiatan interaktif tersebut, mereka belajar mengenali berbagai jenis limbah dan menempatkannya ke dalam kategori yang tepat.
Menariknya, KT Cokonuri bukan sekadar mitra edukasi, tetapi juga menjadi contoh nyata keberhasilan program pembinaan UMKM Asmo Sulsel. Selama lebih dari satu tahun dibina, UMKM ini aktif mengolah limbah plastik menjadi beragam produk bernilai guna, seperti pot tanaman, dinding pembatas kebun, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Inovasi tersebut membuktikan bahwa sampah plastik yang sebelumnya menjadi ancaman bagi lingkungan dapat disulap menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Administration & Finance Manager Astra Motor Sulawesi Selatan, Evalyn Susilowati, mengatakan kolaborasi bersama UMKM binaan merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas manfaat program CSR sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai pihak agar manfaat dari program CSR dapat dirasakan lebih luas. Melalui kolaborasi dengan UMKM binaan KT Cokonuri, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya memilah sampah, tetapi juga melihat secara langsung bahwa limbah yang dikelola dengan baik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kami berharap edukasi seperti ini dapat membentuk kebiasaan positif yang terus diterapkan oleh para siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Evalyn.
Asmo Sulsel meyakini bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah secara konsisten dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Melalui edukasi kepada generasi muda, Asmo Sulsel berharap lahir budaya peduli lingkungan yang terus tumbuh di sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas.
Kolaborasi bersama UMKM binaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (ADV)















