GOWA, NALARMEDIA – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara di kalangan generasi muda.
Bersinergi dengan Polres Gowa, Asmo Sulsel menggelar edukasi safety riding bagi lebih dari 50 siswa baru kelas X SMAN 22 Gowa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (20 Juli 2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran sejak dini bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan, khususnya para pelajar yang mulai memiliki mobilitas tinggi menggunakan kendaraan bermotor.
Materi edukasi disampaikan oleh instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, yang memberikan pembekalan mengenai prinsip-prinsip dasar berkendara aman.
Para siswa diajak memahami pentingnya teknik berkendara yang benar, mengenali faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, serta menjaga kondisi fisik dan konsentrasi sebelum berkendara.
Tak hanya itu, peserta juga diingatkan mengenai pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helmet berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.
Menurut Wanny, perlengkapan tersebut bukan untuk membuat pengendara kebal terhadap kecelakaan, melainkan sebagai perlindungan yang mampu mengurangi risiko cedera serius apabila kecelakaan tidak dapat dihindari.
Sementara itu, jajaran Polres Gowa turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya menaati rambu-rambu serta peraturan lalu lintas.
Para siswa diajak menyadari bahwa setiap aturan di jalan raya dibuat untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan sehingga kepatuhan terhadap aturan menjadi salah satu langkah efektif menekan angka kecelakaan.
Wanny menilai kalangan pelajar merupakan kelompok yang perlu terus mendapatkan edukasi keselamatan berkendara karena mereka mulai aktif melakukan berbagai aktivitas dengan kendaraan bermotor.
“Keselamatan berkendara dimulai dari diri sendiri. Selain memahami teknik berkendara yang benar, pengendara juga harus selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, menjaga fokus, serta mematuhi aturan lalu lintas. Perlengkapan seperti helmet, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu memang tidak dapat mencegah kecelakaan terjadi, tetapi dapat membantu mengurangi risiko cedera yang lebih fatal apabila terjadi benturan. Kami berharap para siswa dapat menjadikan budaya #Cari_Aman sebagai bagian dari kebiasaan mereka setiap kali berkendara,” ujar Wanny.
Melalui kolaborasi bersama Polres Gowa, Asmo Sulsel berharap edukasi ini tidak hanya menambah wawasan para siswa, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
Dengan menanamkan budaya #Cari_Aman sejak bangku sekolah, Asmo Sulsel optimistis dapat berkontribusi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus menekan angka kecelakaan yang melibatkan usia pelajar. (ADV)















