Bone Jadi Panggung Budaya, Gau Maraja 2026 Hadirkan Pusaka Presiden Prabowo hingga Libatkan Diaspora

Jumpa pers penyelenggaraan Gau Maraja 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bone pada September 2026. (Nalarmedia.id)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali bersiap menjadi pusat perhatian pencinta budaya.

Perhelatan akbar kebudayaan Gau Maraja 2026 dijadwalkan berlangsung pada September 2026, menghadirkan berbagai atraksi budaya, pameran, pertunjukan seni, hingga ruang kolaborasi yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.

Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya, Gau Maraja tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga dipersiapkan sebagai etalase kebesaran sejarah, tradisi, dan identitas masyarakat Bugis Bone di tingkat nasional.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si., menegaskan bahwa Gau Maraja merupakan milik bersama seluruh masyarakat Bone dan menjadi wadah untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Gau Maraja adalah event bersama. Kehadirannya menjadi upaya menjaga warisan budaya melalui kemasan yang menarik, inklusif, dan kolaboratif sehingga dapat dinikmati semua kalangan,” ujarnya dalam kegiatan jumpa pers, Rabu (22 Juli 2026).

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi harus dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bone kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Panitia Gau Maraja 2026 yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Hj. A. Murni AL, S.E., M.Hum., menjelaskan bahwa persiapan terus dimatangkan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kurator yang merupakan putra daerah Kabupaten Bone.

“Kami melibatkan kurator asal Bone agar nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi ruh utama dalam setiap rangkaian kegiatan Gau Maraja,” katanya.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan Gau Maraja tahun ini akan berlangsung selama enam hari dengan rangkaian kegiatan yang tersebar di sembilan titik lokasi di Kabupaten Bone.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman budaya yang lebih luas sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai kawasan.

Dukungan juga datang dari Balai Pelestari Kebudayaan, melalui Andi Irfan Syam, yang menyampaikan bahwa Kabupaten Bone dipercaya menjadi tuan rumah Gau Maraja pada penyelenggaraan tahun ketujuh.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kuatnya identitas budaya Bone yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Bugis.

Menariknya, panitia juga akan membuka skema relawan (volunteer) yang tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Bone, tetapi juga menyasar diaspora Bone yang berada di berbagai daerah bahkan luar negeri.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki sekaligus memperluas jejaring promosi budaya Bone.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Gau Maraja 2026 juga diproyeksikan menjadi lumbung ekonomi kreatif, dengan melibatkan pelaku UMKM, perajin, komunitas seni, hingga sektor industri kreatif lokal.

Salah satu agenda yang dipastikan menjadi magnet pengunjung adalah pameran pusaka yang digagas Andi Promal Pawi, tokoh yang tergabung dalam Lembaga Lamakkawa sekaligus Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone.

Pria yang akrab disapa Andi Ommang itu mengungkapkan bahwa pameran akan menghadirkan berbagai koleksi pusaka bernilai sejarah tinggi, termasuk salah satu pusaka yang dikaitkan dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kami akan menghadirkan pameran pusaka dengan koleksi yang sangat istimewa, salah satunya pusaka Presiden RI, Prabowo Subianto. Ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan para pecinta sejarah,” ujarnya.

Dengan konsep yang lebih besar, kolaboratif, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Gau Maraja 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas Bone sebagai pusat peradaban Bugis, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *