AHM Tanam 15 Ribu Mangrove di Karawang, Perkuat Ekowisata Tambaksari sebagai Destinasi Konservasi dan Penggerak Ekonomi

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
banner 325x300

KARAWANG, NALARMEDIA – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.

Perusahaan otomotif tersebut membangun rumah bibit mangrove sekaligus menanam 15.000 bibit mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kawasan konservasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis wisata.

Program yang digelar pada Rabu (22 Juli 2026) itu tidak hanya berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir, tetapi juga mengembangkan kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari agar menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan.

Sebanyak 15 ribu bibit mangrove yang ditanam terdiri dari jenis bakau (Rhizophora sp.) dan api-api (Avicennia sp.), yang berfungsi sebagai benteng alami untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi serta dampak perubahan iklim.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan, AHM juga membangun rumah bibit mangrove, gerbang landmark kawasan, serta papan edukasi yang diharapkan memperkuat identitas Tambaksari sebagai pusat konservasi, pembibitan mangrove, sekaligus ruang pembelajaran lingkungan bagi masyarakat.

Dengan pengembangan tersebut, kawasan ekowisata diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Kepala Desa Tambaksari, Katam, mengapresiasi konsistensi AHM dalam mendukung pengembangan kawasan mangrove di desanya.

Menurutnya, program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Menjaga kawasan mangrove adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran perusahaan yang peduli terhadap lingkungan pesisir menjadi modal penting untuk memastikan kawasan ini tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari dapat terus tumbuh sebagai kawasan konservasi yang membanggakan Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Libatkan Puluhan Peserta Lintas Generasi
Semangat kolaborasi menjadi salah satu kekuatan dalam program ini.

Lebih dari 80 peserta terlibat, mulai dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, hingga karyawan AHM yang tergabung dalam Synergy Content Creator Squad (SC Squad).

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Salah satu peserta dari SMAN 2 Cikampek, Naysilla Nurfadillah, mengaku bangga dapat ikut berkontribusi dalam aksi pelestarian lingkungan tersebut.

“Menanam mangrove hari ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga lingkungan sekaligus menginspirasi generasi muda agar semakin peduli terhadap alam,” katanya.

Lebih dari 21 Ribu Mangrove Telah Tumbuh
Program ini merupakan kelanjutan rehabilitasi mangrove yang telah dimulai AHM sejak tahun sebelumnya.

Tidak hanya melakukan penanaman, perusahaan juga melengkapi rantai konservasi melalui pembibitan, pemeliharaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat 21.400 pohon mangrove telah tumbuh di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari dan menjadi benteng alami dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, kawasan konservasi yang terjaga dengan baik memiliki potensi besar berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Kawasan wisata yang lestari tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Karena itu, kami tidak hanya melanjutkan rehabilitasi mangrove, tetapi juga memperkuat pengembangan kawasan melalui sarana konservasi dan edukasi. Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari terus berkembang sebagai kawasan konservasi, pusat pembelajaran lingkungan, sekaligus destinasi wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Muhibbuddin.

Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan.

Sejak 2012, AHM secara konsisten melaksanakan berbagai program konservasi dan penghijauan di berbagai daerah di Indonesia sebagai kontribusi terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *