Direktur Poltekbos Tanamkan “Politeknik Bosowa Pride”, Mahasiswa Didorong Jadi Talenta Vokasi Unggul dan Siap Bersaing di Dunia Industri

Membangun lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja menjadi komitmen Politeknik Bosowa.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA – Membangun lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja menjadi komitmen Politeknik Bosowa.

Semangat itu ditegaskan Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., saat membawakan materi “Politeknik Bosowa Pride” dalam Workshop Career Compass bertema “Mengenal Dunia Industri dan Mempersiapkan Karier Profesional”, Senin (13 Juli 2026).

Workshop yang merupakan hasil kolaborasi Politeknik Bosowa bersama Barru Barakkah Property tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia industri sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Dalam pemaparannya, Isminarti memperkenalkan konsep Politeknik Bosowa Pride sebagai nilai dan budaya yang harus melekat pada setiap mahasiswa. Menurutnya, kebanggaan terhadap almamater bukan sekadar simbol, melainkan harus diwujudkan melalui integritas, kompetensi, profesionalisme, dan kontribusi nyata bagi masyarakat maupun dunia industri.

“Politeknik Bosowa Pride adalah tentang bagaimana mahasiswa membawa nama baik almamater melalui kompetensi, karakter, dan profesionalisme. Ketika rasa bangga itu tertanam, mahasiswa akan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dan siap menjadi talenta unggul di dunia kerja,” ujar Isminarti.

Ia menegaskan bahwa lulusan vokasi saat ini dituntut tidak hanya menguasai hard skills, tetapi juga memiliki soft skills yang mumpuni, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, hingga kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat.

Selain itu, Isminarti juga mengingatkan pentingnya membangun personal branding sejak masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, perusahaan kini tidak lagi hanya mempertimbangkan nilai akademik, tetapi juga melihat rekam jejak, karakter, pengalaman organisasi, hingga kemampuan beradaptasi calon karyawan.

Karena itu, mahasiswa didorong aktif mengikuti organisasi, pelatihan, sertifikasi, kompetisi, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga diajak memanfaatkan media sosial secara positif untuk menampilkan karya, prestasi, pengalaman, dan kompetensi yang dimiliki.

“Perusahaan saat ini tidak hanya melihat nilai akademik. Rekam jejak, karakter, kemampuan beradaptasi, hingga personal branding menjadi pertimbangan penting dalam proses rekrutmen,” jelasnya.

Lebih jauh, konsep Politeknik Bosowa Pride juga diharapkan mampu membentuk mental pembelajar sepanjang hayat, berani mengambil peluang, serta siap menjadi representasi terbaik Politeknik Bosowa di mana pun para lulusannya berkarya.

Workshop berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa terlihat antusias berdiskusi mengenai tantangan dunia kerja, kebutuhan industri, hingga strategi membangun karier profesional sejak dini.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Ir. Muh. Edy Hidayat, S.ST., M.Tr.T., dosen Program Studi Teknik Mekatronika Politeknik Bosowa, yang menghadirkan suasana diskusi komunikatif sehingga peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Melalui Workshop Career Compass ini, Politeknik Bosowa bersama Barru Barakkah Property berharap semangat Politeknik Bosowa Pride dapat menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa dalam membangun kompetensi, karakter, dan personal branding, sehingga lahir lulusan vokasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *