Mahasiswa KKN Unhas yang Dievakuasi di Gunung Karst Pangkep Dipastikan Pulih, Hasil Pemeriksaan Medis Seluruhnya Normal

Universitas Hasanuddin (Unhas) memastikan kondisi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 yang sempat dievakuasi dari kawasan Gunung Karst Goa Kalibbong, Desa Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, kini terus membaik. (ist)
banner 325x300

PANGKEP, NALARMEDIA – Universitas Hasanuddin (Unhas) memastikan kondisi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 yang sempat dievakuasi dari kawasan Gunung Karst Goa Kalibbong, Desa Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, kini terus membaik.

Kepastian tersebut diperoleh setelah mahasiswa menjalani dua kali pemeriksaan medis di rumah sakit berbeda dengan hasil laboratorium yang sama-sama menunjukkan kondisi normal.

Selain pemeriksaan kesehatan, mahasiswa juga terus mendapatkan pendampingan intensif dari pengelola KKN, dosen pendamping, tenaga kesehatan, hingga keluarga sebagai bentuk komitmen Unhas dalam menjamin keselamatan peserta selama menjalankan program pengabdian masyarakat.

Sebelumnya, pada Senin (27 Juli 2026), enam mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin dievakuasi dari kawasan Gunung Karst Goa Kalibbong.

Salah seorang mahasiswa, Ine Agustin, mengalami kelelahan disertai kram pada kaki sehingga proses evakuasi dilakukan dengan bantuan Tim SAR Makassar.

Usai dievakuasi, Ine langsung dibawa ke RSUD Pangkep untuk menjalani observasi dan serangkaian pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tidak ditemukan kondisi medis yang memerlukan perawatan lanjutan sehingga mahasiswa diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

Didampingi orang tuanya, Ine kemudian kembali ke Makassar dan tiba sekitar pukul 18.00 WITA.

Sebagai bagian dari pendampingan, sekitar pukul 18.20 WITA, tim pengelola KKN bersama Dosen Pendamping KKN (DPK) mengunjungi kediaman mahasiswa untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Tim juga menyarankan dilakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit di Makassar sebagai langkah konfirmasi terhadap hasil pemeriksaan sebelumnya.

Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Direktorat Pendidikan Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Sulaeha, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa sekitar pukul 20.00 WITA, mahasiswa kembali menjalani pemeriksaan di RS Pertamina Sudiang dengan didampingi orang tua dan dosen pendamping.

“Hasil evaluasi medis menunjukkan seluruh parameter laboratorium tetap berada dalam batas normal, konsisten dengan hasil pemeriksaan di RSUD Pangkep,” ujar Dr. Sulaeha.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi yang dialami mahasiswa lebih mengarah pada kelelahan fisik dan respons trauma pascakejadian.

Oleh karena itu, mahasiswa disarankan menjalani istirahat yang cukup agar proses pemulihan berlangsung optimal.

Pemantauan terhadap kondisi mahasiswa terus dilakukan oleh pihak universitas.

Hingga Selasa (28 Juli 2026) pagi, berdasarkan konfirmasi pengelola KKN kepada orang tua, kondisi Ine Agustin dilaporkan terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Pada pagi yang sama sekitar pukul 07.00 WITA, Dosen Pendamping KKN, Dr. Fauzia P. Bakti, S.H., M.H., juga mengunjungi Posko KKN di Kabupaten Pangkep untuk memastikan kondisi mahasiswa lainnya.

“Alhamdulillah, seluruh peserta KKN berada dalam kondisi baik dan dapat melanjutkan aktivitas sebagaimana mestinya,” kata Fauzia.

Universitas Hasanuddin menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan KKN Gelombang 116 melalui koordinasi yang melibatkan pengelola KKN, dosen pendamping, tenaga kesehatan, keluarga mahasiswa, serta pihak terkait di lapangan.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen Unhas untuk memastikan keselamatan, kesehatan, dan keamanan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Sesuai jadwal, pelaksanaan KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin akan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026. Selama masa pengabdian, para mahasiswa melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disusun berdasarkan kebutuhan riil di lokasi KKN, sehingga kehadiran mereka diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. (*/dhs/ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *