BONE, NALARMEDIA — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bone tak hanya menghadirkan kegembiraan dan kebersamaan masyarakat.
Di balik meriahnya berbagai kegiatan 17-an, perputaran ekonomi juga ikut menggeliat dan memberikan berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., semarak kemerdekaan dinilai telah membuka ruang ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Ketua Asosiasi UMKM Lapangan Merdeka Singgah Sore BERAMAL, Adnan Nur Al-Madany, S.Pd.I, mengakui tingginya aktivitas masyarakat selama rangkaian kegiatan kemerdekaan membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM.
Menurut Adnan, berbagai kegiatan yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar ikut mendorong peningkatan transaksi usaha.
Lapangan Merdeka dan sejumlah titik kegiatan menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan pelaku UMKM.
“Semarak kemerdekaan ini membawa berkah dan panen cuan bagi UMKM. Gaung kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha,” kata Adnan, Selasa (18 Agustus 2026).
Adnan menyebut, berdasarkan estimasi Asosiasi UMKM Lapangan Merdeka Singgah Sore BERAMAL, transaksi ekonomi UMKM di Kabupaten Bone selama periode 1 hingga 17 Agustus 2026 diperkirakan bisa mencapai Rp600 juta per hari.
Angka tersebut merupakan akumulasi aktivitas UMKM di 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Bone.
Adnan memperkirakan, setiap kecamatan mampu mencatat transaksi sekitar Rp25 juta per hari. Jika setiap kecamatan rata-rata terdapat 25 pelaku UMKM yang ikut bergerak, maka perputaran ekonomi tersebut menunjukkan betapa besarnya dampak kegiatan kemerdekaan terhadap sektor usaha masyarakat.
“Estimasi transaksi sejak 1 sampai 17 Agustus sekitar Rp600 juta per hari se-Kabupaten Bone dari 27 kecamatan. Kalau kita hitung sekitar Rp25 juta transaksi per hari per kecamatan,” jelasnya.
Menurut dia, angka tersebut masih merupakan estimasi konservatif. Aktivitas ekonomi bahkan berpotensi lebih tinggi karena sejumlah kegiatan kemerdekaan berlangsung di berbagai wilayah dan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
Dari Lapangan Merdeka hingga 27 Kecamatan
Semarak kemerdekaan di Bone tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan. Berbagai kegiatan olahraga, perlombaan, hiburan rakyat, kegiatan kebersihan serta agenda masyarakat lainnya juga berlangsung hingga tingkat kecamatan dan desa.
Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Pedagang makanan dan minuman, pelaku usaha kuliner, penjual produk lokal hingga berbagai usaha rumahan mendapatkan momentum untuk meningkatkan penjualan.
Pergerakan masyarakat dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya ikut menciptakan efek berantai terhadap ekonomi. Ketika masyarakat berkumpul, kebutuhan terhadap makanan, minuman dan berbagai produk lokal ikut meningkat.
Adnan menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan masyarakat yang dikemas dalam semangat kemerdekaan dapat sekaligus menjadi stimulus ekonomi daerah.
“Gaung semarak kemerdekaan yang dilakukan BupAAS dan Wabup Andi Akmal sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya dari sisi hiburan, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada UMKM,” ujarnya.
Potensi Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Jika dihitung sejak awal Agustus, potensi perputaran transaksi UMKM di Bone semakin besar.
Adnan memperkirakan, sejak 1 hingga 17 Agustus 2026, total transaksi UMKM di Kabupaten Bone dapat mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Angka tersebut menggambarkan besarnya efek ekonomi dari semarak kemerdekaan yang berlangsung hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bone.
Menurut Adnan, geliat tersebut harus terus dipelihara dengan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang mampu mengundang masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha.
“Ini menunjukkan bahwa ketika kegiatan masyarakat hidup, UMKM juga ikut hidup. Ketika masyarakat ramai, ekonomi bergerak dan pelaku usaha mendapatkan manfaat,” katanya.
Kemerdekaan yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Semarak HUT ke-81 RI di Bone pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan simbolik. Di tengah perlombaan, olahraga, hiburan dan berbagai kegiatan masyarakat, terdapat perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM.
Bagi pelaku usaha, keramaian peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Sementara bagi pemerintah daerah, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan publik dapat dirancang sekaligus untuk mendorong ekonomi kerakyatan.
Di bawah kepemimpinan BupAAS bersama Wabup Andi Akmal, semangat kemerdekaan pun terasa hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Merah putih berkibar, masyarakat bergembira, dan di saat yang sama UMKM ikut merasakan manisnya kemerdekaan melalui meningkatnya transaksi dan pendapatan.
Semarak kemerdekaan akhirnya bukan hanya tentang pesta rakyat, tetapi juga tentang bagaimana kebahagiaan masyarakat mampu berubah menjadi perputaran ekonomi dan membuka peluang cuan bagi UMKM Bone. (red)















