BupAAS dan Pupuk Indonesia Kompak Perkuat Pertanian Bone di Gebyar Kemerdekaan HUT RI ke-81 Ala Dinas TPHP

Lomba Cipta Menu Jadi Panggung Kreativitas Pangan Lokal

Semangat kemerdekaan terasa kian semarak di lingkungan pertanian Kabupaten Bone. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone didukung Pupuk Indonesia menggelar Gebyar Kemerdekaan, Selasa (18 Agustus 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Semangat kemerdekaan terasa kian semarak di lingkungan pertanian Kabupaten Bone. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone didukung Pupuk Indonesia menggelar Gebyar Kemerdekaan, Selasa (18 Agustus 2026).

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur pertanian, mulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), kelompok tani hingga Brigade Pangan se-Kabupaten Bone.

Salah satu kegiatan yang menyita perhatian adalah Lomba Cipta Menu.

Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah beragam komoditas dan bahan pangan lokal menjadi sajian yang menarik, sehat, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Suasana kompetisi pun berpadu dengan semangat kebersamaan.

Para peserta tidak hanya beradu kreativitas, tetapi juga menjadikan momentum tersebut sebagai ajang mempererat silaturahmi di antara insan pertanian Kabupaten Bone.

Kehadiran Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), turut menambah semangat pelaksanaan Gebyar Kemerdekaan tersebut.

BupAAS mengapresiasi kegiatan yang melibatkan seluruh unsur pertanian tersebut.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus dimaknai lebih luas dan diwujudkan melalui semangat kolaborasi dalam membangun daerah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semangat kemerdekaan harus kita hadirkan dalam setiap sektor, termasuk pertanian. Kebersamaan antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan Brigade Pangan menjadi kekuatan penting untuk memajukan pertanian di Kabupaten Bone,” ujar BupAAS.

Menurutnya, kreativitas dalam mengolah hasil pertanian merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian pangan.

Produk pertanian, kata dia, tidak cukup hanya diproduksi, tetapi juga harus mampu diolah sehingga memiliki nilai tambah.

“Kita ingin pangan lokal tidak hanya tersedia, tetapi juga mampu diolah menjadi makanan yang sehat, menarik dan bernilai ekonomi. Ini bagian dari upaya kita membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dari Hasil Tani Menjadi Produk Bernilai Tambah

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bone, Nurdin, mengatakan Gebyar Kemerdekaan sengaja dikemas sebagai ruang membangun kebersamaan sekaligus memberikan apresiasi terhadap kreativitas para pelaku dan insan pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas.

Pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah juga menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Gebyar Kemerdekaan ini kami jadikan sebagai momentum untuk membangun kebersamaan. Lomba Cipta Menu diikuti oleh BPP, kelompok tani dan Brigade Pangan. Kami ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian bukan hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dapat diolah dan memberikan nilai tambah,” ungkap Nurdin.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi penyuluh, kelompok tani dan Brigade Pangan untuk terus berinovasi, terutama dalam mengembangkan potensi pangan lokal yang ada di masing-masing wilayah.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pupuk Indonesia.

Account Executive Perwakilan Pupuk Indonesia, Syarifuddin, mengapresiasi langkah Dinas TPHP Bone yang menghadirkan kegiatan bernuansa kemerdekaan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas mitra pertanian.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan dan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi.

“Kami menyambut baik inisiatif Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Bone yang mengemas peringatan HUT ke-81 RI dengan lomba bagi Penerima Pada Titik Serah (PPTS). Ini bukan sekadar perayaan, tapi juga momentum untuk terus mendorong mitra penyalur agar semakin tertib administrasi, menjaga ketersediaan stok, dan menata gudang dengan baik,” tutur Syarifuddin.

Ia menambahkan, tata kelola yang baik di tingkat mitra penyalur pada akhirnya akan mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi sehingga dapat diterima petani secara tepat dan sesuai kebutuhan.

Gebyar Kemerdekaan Dinas TPHP Bone pun menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan yang produktif.

Dari kreativitas mengolah pangan lokal, kekompakan penyuluh dan kelompok tani, hingga penguatan tata kelola distribusi sarana produksi pertanian, seluruhnya bermuara pada satu tujuan: membangun pertanian Bone yang semakin maju, mandiri, inovatif dan berdaya saing.

Semangat merah putih pun tak berhenti pada perayaan.

Ia dihidupkan melalui kerja bersama, inovasi dan komitmen untuk menjadikan potensi pertanian lokal sebagai kekuatan ekonomi masyarakat Bone. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *