Mentan Andi Amran Pakai Baju Adat Alor, Adriano Bawa Cerita Indonesia Timur ke Monas

Screenshot
banner 325x300

JAKARTA, NALARMEDIA — Dari pelosok Alor, Nusa Tenggara Timur, hingga panggung kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di jantung Jakarta.

Kisah inspiratif Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, kembali mencuri perhatian setelah dirinya mendapat kesempatan istimewa ikut dalam kendaraan Karnaval Kementerian Pertanian (Kementan) saat perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Senin (17 Agustus 2026).

Kehadiran Adriano menjadi cerita tersendiri di tengah kendaraan Kementan yang menampilkan kekayaan hasil bumi sekaligus keberagaman petani Indonesia.

Ia mengaku tidak pernah menyangka bakal diundang dan berada satu kendaraan dengan sejumlah tokoh serta pimpinan Kementan.

“Pertama-tama saya enggak expect akan diundang. Kalau kesannya berkesan sekali karena ikut karnaval sama orang-orang hebat,” kata Adriano.

Momen tersebut sekaligus mempertemukan Adriano kembali dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Sebelumnya, kisah Adriano dari Alor telah mendapat perhatian Mentan Amran yang dikenal memberikan perhatian terhadap masyarakat dari berbagai daerah.

Bagi Adriano, sosok Mentan Amran merupakan figur yang peduli terhadap masyarakat kecil dan dapat diandalkan.

“Pak Amran orangnya baik dan peduli sama orang kecil, bisa diandalkan,” ungkapnya.

Dari atas kendaraan karnaval, Adriano menyaksikan langsung bagaimana wajah pertanian Indonesia dipertontonkan di tengah perayaan kemerdekaan.

Beragam komoditas seperti padi, jagung, singkong, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, hasil perkebunan, beras hingga produk peternakan menghiasi kendaraan Kementan.

Bagi mahasiswa asal Alor itu, pemandangan tersebut memiliki makna yang lebih dalam.

Kemerdekaan, menurutnya, tidak sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana negara mampu menghadirkan kesejahteraan dan kemandirian bagi masyarakat.

“Makna merdeka bagi saya adalah masyarakat bisa memperoleh kesejahteraan dan merdeka pertanian adalah ketika kita bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam hal pertanian,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi suara dari Indonesia timur yang dibawa Adriano ke panggung nasional.

Ia menilai Alor dan berbagai daerah di Indonesia timur memiliki potensi alam dan pertanian yang besar sehingga pembangunan sektor pangan harus terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah.

Ia juga mengenang kebahagiaan masyarakat Alor ketika Mentan Andi Amran berkunjung langsung ke daerah tersebut.

Menurutnya, kehadiran seorang menteri di kabupaten yang relatif kecil menjadi bentuk perhatian pemerintah yang sangat berarti bagi masyarakat.

“Masyarakat Alor mereka bahagia, senang karena seorang Menteri Pertanian datang langsung ke sebuah kabupaten kecil,” katanya.

Kini, cerita Alor kembali hadir di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Jika sebelumnya Adriano membawa cerita daerah asalnya kepada pemerintah, kali ini ia hadir membawa identitas Alor dalam perayaan kemerdekaan sekaligus pesan tentang swasembada dan kemandirian pangan.

Nuansa keberagaman semakin kuat ketika Mentan Andi Amran bersama jajaran pimpinan Kementan dan Bulog mengenakan pakaian adat Alor.

Adriano hadir sebagai representasi generasi muda dari daerah tersebut.

Momen itu menjadi simbol bahwa pembangunan pertanian bukan hanya milik pemerintah pusat, melainkan juga menjadi bagian dari perjalanan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Narji: “Ini Gue Banget”

Kemeriahan Karnaval Kementan juga dirasakan komedian Narji yang kini aktif sebagai praktisi pertanian.

Ia mengaku antusias mendapat kesempatan ikut dalam kendaraan pawai Kementan.

“Saya senang banget karena sekarang saya juga jadi praktisi pertanian. Saya senang begitu diundang untuk mobil pawai Kementan. Ini gue banget nih,” ujar Narji.

Menurutnya, kendaraan Kementan mampu memperlihatkan secara nyata betapa kayanya hasil pertanian dan peternakan Indonesia.

“Di sini kita lihat semua yang ada di sini hasil pertanian, hasil buah, peternakan ayam, kambing, semuanya top. Malam ini benar-benar kita merdeka,” katanya.

Fitri Carlina Bangga Jadi Bagian Karnaval

Penyanyi Fitri Carlina juga mengungkapkan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari Karnaval Kemerdekaan bersama Kementan.

Menurut Fitri, kendaraan pawai tersebut bukan sekadar menampilkan hasil bumi, tetapi juga membawa pesan mengenai berbagai program pembangunan pertanian serta capaian Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Bangga banget jadi bagian dari Kementan. Dan di sini tidak hanya menyajikan hasil bumi, tapi juga program Kementan,” ujar Fitri.

Ia juga menyoroti capaian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan beras nasional hingga mampu melakukan ekspor.

“Luar biasa capaian kita, sudah bisa ekspor beras. Biasanya kita impor, kita tidak perlu itu. Beras kita sudah cukup,” ujarnya.

Kehadiran Adriano Padama, Narji, dan Fitri Carlina akhirnya melengkapi pesan besar yang dibawa Kementan dalam Karnaval Kemerdekaan.

Hasil bumi menjadi wajah utama, sementara teknologi, mekanisasi dan keberagaman petani menunjukkan arah pertanian Indonesia yang semakin modern.

Dari Alor hingga Monas, semangat yang sama pun digaungkan: kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga membangun masa depan melalui kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *