Pesan Wabup AAP Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW: Bukan Sekadar Seremoni, Tetapi Ajakan Menghidupkan Akhlak Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), untuk mengajak masyarakat tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), untuk mengajak masyarakat tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Wabup AAP, Maulid Nabi memiliki makna yang sangat dalam.

Peringatan tersebut menjadi ruang untuk kembali melakukan refleksi sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui penerapan akhlak mulia, kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

“Maulid Nabi jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil keteladanan Rasulullah SAW dan mengamalkannya dalam kehidupan. Beliau mengajarkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian serta persaudaraan, dan nilai-nilai itulah yang harus kita hadirkan di tengah masyarakat,” ucap Wabup AAP, Selasa (25 Agustus 2026).

Menurut lelaki yang juga Ketua DMI Kabupaten Bone, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam seluruh aspek kehidupan.

Karena itu, momentum Maulid hendaknya mampu mendorong setiap umat untuk memperbaiki diri, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam hubungan dengan sesama manusia.

Wabup AAP menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Kualitas manusia, akhlak dan kepedulian sosial juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang kuat dan harmonis.

“Kita ingin pembangunan tidak hanya melahirkan kemajuan secara fisik, tetapi juga melahirkan manusia yang berkarakter, berakhlak dan memiliki kepedulian. Keteladanan Rasulullah sangat relevan untuk menjadi pedoman kita dalam membangun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Bone untuk memperkuat silaturahmi dan semangat gotong royong.

Menurutnya, nilai persaudaraan yang dicontohkan Rasulullah SAW harus terus dijaga, terlebih di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.

Bagi Wabup AAP, kepedulian kepada sesama dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Membantu orang yang membutuhkan, menjaga hubungan baik dengan tetangga, menghormati perbedaan, serta tidak menyakiti orang lain merupakan bagian dari upaya menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.

“Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Kalau setiap orang berusaha memperbaiki akhlaknya, saling menghormati dan saling membantu, insyaallah akan tercipta lingkungan yang lebih damai dan masyarakat yang semakin kuat,” tuturnya.

Wabup AAP juga mengingatkan pentingnya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada generasi muda. Menurutnya, generasi penerus tidak cukup hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus memiliki fondasi moral yang kuat.

“Generasi muda adalah masa depan kita. Mari kita kenalkan kepada mereka sosok Rasulullah, bukan hanya melalui kisahnya, tetapi juga melalui nilai-nilai yang beliau ajarkan. Kejujuran, disiplin, kasih sayang, tanggung jawab dan menghormati sesama harus menjadi bagian dari karakter mereka,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Bone.

“Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat dan tercermin dalam perilaku kita. Mari kita jadikan Maulid sebagai momentum untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” pungkas Andi Akmal.

Bagi Wabup AAP, mencintai Rasulullah SAW bukan sekadar melalui ucapan dan perayaan, melainkan dengan meneladani akhlaknya, memperbanyak kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Sebab, pesan terbesar dari Maulid Nabi adalah bagaimana cahaya keteladanan Rasulullah SAW terus hidup—bukan hanya dalam lantunan selawat, tetapi juga dalam sikap, tindakan dan pengabdian setiap umat kepada sesama. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *