Anggota DPRD Bone Indra Jaya Dukung Gebrakan BupAAS Kembangkan Peternakan Bone Berbasis Hilirisasi

Langkah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), dalam mendorong kemajuan sektor peternakan mendapat apresiasi dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bone yang juga Ketua Bakomstra DPC Partai Demokrat Kabupaten Bone, Indra Jaya, S.E.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Langkah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), dalam mendorong kemajuan sektor peternakan mendapat apresiasi dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bone yang juga Ketua Bakomstra DPC Partai Demokrat Kabupaten Bone, Indra Jaya, S.E.

Indra Jaya menilai keseriusan BupAAS membangun sektor peternakan menunjukkan visi pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, tetapi juga mengoptimalkan potensi peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ia secara khusus mengapresiasi langkah BupAAS yang melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sentra peternakan di Bali untuk melihat langsung pola pembibitan, pengelolaan ternak, produksi hingga pemasaran hasil peternakan.

“Saya sangat mengapresiasi dan salut dengan langkah Bapak Bupati Bone. Beliau tidak hanya berbicara tentang program, tetapi turun langsung melihat bagaimana peternakan dikelola di daerah lain yang sudah berkembang. Ini menunjukkan keseriusan beliau untuk mencari pola terbaik yang bisa diterapkan di Bone,” ungkap Indra Jaya, Selasa (25 Agustus 2026).

Salah satu agenda penting BupAAS yakni melakukan lawatan ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Denpasar, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Balai tersebut memiliki konsentrasi dalam pengembangan dan pembibitan sapi Bali.

Kunjungan tersebut dinilai strategis karena sapi Bali merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Bone.

Menurut Indra Jaya, penguatan sektor pembibitan menjadi bagian penting apabila Bone ingin membangun peternakan sapi secara berkelanjutan.

Ketersediaan bibit unggul, pakan, tata kelola peternakan dan peningkatan kapasitas peternak harus berjalan secara terintegrasi.

“Potensi sapi Bali di Bone sangat besar. Kalau dikelola dengan baik, mulai dari pembibitan, pakan, kesehatan ternak, penggemukan sampai pemasaran, maka peternakan bisa menjadi sumber ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Tak berhenti pada pembibitan sapi, BupAAS juga mengunjungi Kelompok Dana Mertamasari dan Kelompok Tani Gopawinangon di Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung pengelolaan peternakan, produksi telur, mekanisme penyerapan hasil produksi oleh pasar hingga kaitannya dengan program pemenuhan gizi masyarakat.

Bagi Indra Jaya, kunjungan tersebut menjadi semakin penting karena memberikan gambaran bahwa pengembangan peternakan tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi.

Menurutnya, peternak juga harus mendapatkan kepastian pasar sehingga hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga peternak.

“Yang menarik dari kunjungan ini adalah bagaimana kita melihat peternakan dari hulu sampai hilir. Ada produksi, ada pasar dan ada pemanfaatan untuk pemenuhan gizi masyarakat. Pola seperti ini yang perlu kita dorong agar peternak Bone tidak hanya menghasilkan, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari hasil produksinya,” jelas Indra Jaya.

Langkah BupAAS tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya menyukseskan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).

Indra menilai hilirisasi dapat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem peternakan yang lebih kuat, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari kunjungan tersebut nantinya dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret dan sesuai dengan kondisi peternakan di Kabupaten Bone.

Apresiasi Pelibatan Wartawan

Selain substansi program, Indra Jaya juga memberikan apresiasi terhadap langkah BupAAS yang melibatkan wartawan dalam lawatan tersebut.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mengetahui arah dan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor peternakan.

“Saya juga mengapresiasi Bupati yang mengikutkan teman-teman wartawan dalam kunjungan ini. Ini langkah yang baik karena masyarakat bisa mengetahui secara langsung apa yang sedang dilakukan pemerintah. Wartawan bisa melihat, menggali informasi dan menyampaikan kepada publik mengenai besarnya misi yang ingin dibangun Bupati Bone di sektor peternakan,” ujarnya.

Indra menilai keterlibatan media bukan sekadar untuk memberitakan kegiatan pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari transparansi sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat dan para pelaku peternakan dapat memahami arah kebijakan pemerintah serta peluang yang terbuka dalam pengembangan sektor tersebut.

Potensi Besar di Luar Pertanian

Sebagai wakil rakyat, Indra Jaya menegaskan bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi peternakan yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sektor strategis selain pertanian.

Ia berharap kunjungan BupAAS ke Bali tidak berhenti sebagai studi tiru, tetapi dapat menghasilkan langkah nyata yang berdampak langsung kepada peternak.

“Harapan kita, apa yang dilihat dan dipelajari dari Bali bisa diimplementasikan di Bone dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan daerah. Jangan hanya menjadi kunjungan, tetapi harus melahirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak dan masyarakat,” tegasnya.

Indra pun menyatakan dukungannya terhadap langkah BupAAS dalam membangun sektor peternakan Bone.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, peternak, dunia usaha, akademisi dan masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi peternakan Bone dapat berkembang secara maksimal.

“Sebagai wakil rakyat, tentu kami mendukung langkah Bupati Bone. Selama orientasinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang ekonomi dan memperkuat peternak lokal, tentu ini harus kita dukung bersama. Kami berharap sektor peternakan Bone ke depan semakin maju dan peternaknya semakin sejahtera,” pungkas Indra Jaya.

Bagi Indra Jaya, keseriusan BupAAS turun langsung melihat praktik peternakan di daerah lain menjadi sinyal positif bahwa masa depan peternakan Bone sedang dipersiapkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi—dari bibit, produksi, pasar hingga hilirisasi.

Jika langkah tersebut mampu diterapkan secara konsisten, sektor peternakan bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi dapat tampil sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi Bone dan jalan menuju kesejahteraan peternak. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *