BONE, NALARMEDIA — Menanamkan kesadaran pajak sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang memahami peran pajak dalam pembangunan bangsa.
Semangat tersebut diwujudkan KPP Pratama Watampone melalui kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang digelar di SMKN 2 Bone, Kamis (3 September 2026).
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan ini menjadi bagian dari program inklusi kesadaran pajak yang diselenggarakan secara serentak oleh seluruh unit kerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Indonesia.
Program tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus menanamkan pemahaman mengenai pajak kepada generasi muda sebagai calon wajib pajak pada masa mendatang.
Sebanyak 40 siswa dan siswi SMKN 2 Bone mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Agar materi lebih mudah dipahami dan tidak monoton, kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi mengenai APBN dan manfaat pajak, disertai permainan serta simulasi perpajakan.
Kepala KPP Pratama Watampone, Dr. Amran, S.E., Ak., MPA., menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan bangsa, termasuk melalui kontribusi perpajakan ketika kelak telah memiliki penghasilan.
Menurutnya, edukasi pajak yang diberikan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk memahami manfaat pajak sekaligus membangun kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakan di masa depan.
“Pentingnya peran serta generasi muda dalam berkontribusi membangun bangsa melalui pajak. Barangkali 5–6 tahun lagi saat generasi muda ini memiliki penghasilan, akan mampu berkontribusi dengan membayar pajak. Saat ini dikenalkan dulu manfaat pajak, sehingga suatu saat sudah tahu dan sadar untuk berkontribusi melalui pajak,” ujar Amran.
Ia berharap pengenalan pajak tidak berhenti sebatas pemahaman mengenai kewajiban membayar pajak, tetapi juga mampu membuat generasi muda memahami bagaimana pajak berperan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Rahman, S.Pd.I., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Bone.
Menurutnya, edukasi perpajakan sejak dini sangat relevan bagi para siswa, terlebih bagi peserta didik pada jurusan Akuntansi yang juga mendapatkan pembelajaran mengenai perpajakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPP Pratama Watampone yang telah menyelenggarakan acara pengenalan pajak sejak dini di SMKN 2 Bone, apalagi di jurusan Akuntansi ada pelajaran tentang pajak juga. Semoga anak-anak lebih mengerti manfaat pajak dan melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik suatu saat kelak,” pungkasnya.
Melalui Pajak Bertutur 2026, KPP Pratama Watampone berupaya membangun pemahaman bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan salah satu instrumen penting dalam menopang pembangunan.
Edukasi yang diberikan sejak bangku sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap pajak.
Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memahami tanggung jawab sebagai warga negara dan kelak menjadi wajib pajak yang patuh serta berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah maupun nasional. (rls/red)















