KOLAKA, NALARMEDIA – Bagi sebagian orang, pergi ke fasilitas kesehatan mungkin bukan perkara sulit. Namun bagi warga lanjut usia, mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas, atau keluarga yang membutuhkan pendampingan, sekadar melangkahkan kaki keluar rumah bisa menjadi perjuangan tersendiri.
Di tengah kondisi itu, sebuah langkah sederhana namun berarti hadir di Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka.
Layanan kesehatan tak lagi hanya menunggu warga datang, tetapi justru mendatangi mereka hingga ke rumah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program inovasi “Jenguk Keluarga”, yang dijalankan pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan dengan dukungan dari PT Vale Indonesia Tbk.
Program ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Tenaga kesehatan mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan, memberikan edukasi, memantau kondisi kesehatan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut.
Bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, kunjungan tersebut juga menghadirkan rasa diperhatikan.
Sebab, bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan, kehadiran tenaga kesehatan di depan rumah dapat menjadi bentuk kepedulian yang begitu berarti.
Dukungan PT Vale turut memperkuat program tersebut melalui penyediaan kursi roda, alat pemeriksaan kolesterol dan gula darah, serta dukungan operasional bagi tenaga kesehatan agar dapat menjangkau masyarakat secara langsung.
Head of External Relations Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, mengatakan penguatan akses kesehatan merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dukungan ini juga kami lengkapi dengan penguatan akses kesehatan melalui program ‘Jenguk Keluarga’,” ujar Endra.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada persoalan hunian yang layak. Akses terhadap layanan kesehatan yang mudah dan dekat juga menjadi kebutuhan dasar yang tidak kalah penting.
Karena itu, PT Vale mendorong kolaborasi lintas sektor agar berbagai persoalan masyarakat dapat dijawab secara lebih tepat, sekaligus saling melengkapi.
Program “Jenguk Keluarga” melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, Babinsa, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat dengan warga yang membutuhkan.
Camat Baula, Syahrial Darmawan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PT Vale.
Menurutnya, dukungan tersebut membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa rehabilitasi rumah, tetapi juga sarana kesehatan dan dukungan bagi tenaga kesehatan untuk menjangkau masyarakat secara langsung,” ungkap Syahrial.
Ia menilai, dukungan terhadap hunian layak dan layanan kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kehadiran kursi roda, misalnya, bukan sekadar sebuah fasilitas. Bagi warga yang selama ini kesulitan bergerak, alat tersebut dapat menjadi penopang untuk kembali menjalani aktivitas dengan lebih mudah.
Begitu pula alat pemeriksaan kolesterol dan gula darah. Peralatan sederhana itu memungkinkan tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan langsung ketika mengunjungi warga, sehingga kondisi kesehatan dapat diketahui lebih cepat.
Pendekatan pelayanan dari rumah ke rumah juga membuat kondisi warga dapat dipantau secara lebih dekat.
Jika ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lanjutan, langkah berikutnya dapat segera diidentifikasi.
Di situlah makna “Jenguk Keluarga” terasa lebih dalam. Program ini tidak sekadar membawa tenaga kesehatan ke rumah warga, tetapi juga membawa pesan bahwa mereka yang sedang kesulitan tidak berjalan sendirian.
Bagi PT Vale, dukungan terhadap program tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui kontribusi yang relevan dengan kebutuhan di wilayah pemberdayaan.
Semangat “Tangguh dan Bertanggung Jawab” dalam rangkaian HUT ke-58 PT Vale diterjemahkan melalui upaya menghadirkan manfaat nyata sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang. Sebab, ketika pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat berjalan bersama, akses terhadap layanan dasar bukan lagi sesuatu yang jauh dan sulit dijangkau.
Di Baula, kepedulian itu kini mengetuk pintu-pintu rumah warga—membawa pemeriksaan, perhatian, dan harapan, terutama bagi mereka yang selama ini paling membutuhkan untuk dijangkau.
(ADV)















