BONE, NALARMEDIA — Musibah kebakaran menyisakan duka bagi warga Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.
Rumah dan harta benda yang dikumpulkan dengan susah payah harus sirna dalam sekejap dilalap si jago merah.
Namun, di tengah kesedihan itu, kepedulian datang.
Direktur RSUD Datu Pancaitana, H. Muhammad Rostang, SE., SKM., M.Kes., bersama jajaran turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran, Ahad (13 September 2026).
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian jajaran RSUD Datu Pancaitana terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Bukan sekadar bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, kehadiran jajaran rumah sakit juga membawa pesan bahwa para korban tidak sendirian menghadapi musibah.
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari beras 10 kilogram sebanyak 10 karung, mie instan 11 kardus, gula 11 liter, minyak goreng 11 liter, sabun cuci 11 bungkus, air minum 11 dos, serta telur sebanyak 22 rak.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga untuk sementara waktu, sekaligus menjadi penguat bagi korban yang tengah berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang berharga.
Kehadiran jajaran RSUD Datu Pancaitana tersebut juga sejalan dengan atensi Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), yang menekankan pentingnya kecepatan pemerintah dalam merespons masyarakat yang tertimpa musibah.
Bagi Pemkab Bone, musibah yang menimpa warga bukan sekadar kabar yang harus dicatat, tetapi panggilan untuk segera bertindak.
Pemerintah tidak boleh terlalu lama menunggu ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Ketika masyarakat tertimpa musibah, Pemkab Bone harus bergerak cepat memberikan pertolongan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus menunggu dalam jumlah besar. Sebab, bagi warga yang sedang kehilangan, sebungkus makanan, sebotol air, atau sekarung beras bisa menjadi tanda bahwa masih ada tangan yang terulur dan hati yang peduli.
Di Sanrangeng, api mungkin telah menghanguskan sebagian harta warga. Tetapi semangat gotong royong dan kepedulian justru menjadi cahaya yang membantu mereka menata kembali kehidupan.
RSUD Datu Pancaitana pun hadir bukan hanya sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Bone yang ikut merasakan duka dan berusaha meringankan beban mereka yang sedang tertimpa musibah. (ADV)















