Satu Riset, Dua Negara! Poltekpar Makassar dan Keio University Cetak Kolaborasi Akademik Internasional

Kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia dan Jepang kembali diperkuat. Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Keio University, Shonan Fujisawa Campus (SFC), Jepang, resmi mempererat kerja sama akademik melalui penandatanganan Implementation Agreement on Student Research Collaboration.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia dan Jepang kembali diperkuat. Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Keio University, Shonan Fujisawa Campus (SFC), Jepang, resmi mempererat kerja sama akademik melalui penandatanganan Implementation Agreement on Student Research Collaboration.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Co-Working Space Poltekpar Makassar, Jumat (4 September 2026), menjadi langkah konkret kedua institusi untuk membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian kolaboratif di bidang pariwisata dan sektor terkait.

Implementation Agreement ditandatangani Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., bersama Yo Nonaka, Ph.D., Chairperson of Malay-Indonesian Language Laboratory, Faculty of Policy Management, Keio University.

Kerja sama ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa kedua institusi untuk mengembangkan penelitian bersama, khususnya di bidang pariwisata, perhotelan, seni kuliner, serta bidang terkait lainnya.

Tak berhenti pada penelitian, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, membuka pengalaman pembelajaran lintas budaya dan internasional, serta mempertemukan beragam perspektif dalam melihat perkembangan pariwisata.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan topik penelitian bersama, pembentukan tim riset mahasiswa, research workshop, penelitian lapangan, presentasi hasil penelitian hingga pengembangan luaran penelitian bersama.

Implementation Agreement tersebut berlaku selama satu tahun sejak ditandatangani.

Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, menegaskan bahwa pengalaman penelitian internasional memiliki nilai penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama, bertukar perspektif, sekaligus mengembangkan kemampuan penelitian dalam lingkungan akademik yang berbeda. Kami berharap kerja sama dengan Keio University dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun pengembangan pariwisata ke depan,” ujar Herry.

Dari Ruang Akademik Turun ke Lapangan

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi bagian dari rangkaian Fieldwork Project in Indonesia for Mutual Understanding yang berlangsung pada 4–7 September 2026.

Program ini diikuti enam mahasiswa dan dua dosen Keio University dengan melibatkan mahasiswa Poltekpar Makassar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Poltekpar Makassar, cultural presentation exchange bersama mahasiswa, serta pertemuan koordinasi untuk mematangkan agenda penelitian.

Pada 5–6 September, para mahasiswa kemudian meninggalkan ruang kampus dan turun langsung melakukan fieldwork di Desa Lakkang.

Mahasiswa Keio University bersama mahasiswa Poltekpar Makassar melakukan penelitian lapangan sesuai tema masing-masing kelompok. Interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Pengalaman tersebut membuat penelitian tidak sekadar berhenti pada teori dan data akademik, tetapi membawa mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat, budaya lokal, dan potensi pariwisata saling berkelindan.

Selain penelitian, para peserta juga mengikuti Educational Trip. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa Keio University untuk mengenal lebih dekat lingkungan, budaya, serta konteks pariwisata yang berkembang di Makassar.

Ditutup dengan Adu Perspektif Akademik

Rangkaian program ditutup melalui presentasi hasil penelitian pada 7 September di Poltekpar Makassar.

Para mahasiswa memaparkan temuan yang diperoleh selama melakukan penelitian lapangan. Presentasi tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan perspektif antara mahasiswa Indonesia dan Jepang.

Bagi Poltekpar Makassar dan Keio University, pertemuan akademik tersebut menjadi lebih dari sekadar program pertukaran mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi ruang untuk membangun pemahaman lintas budaya sekaligus memperkaya cara pandang generasi muda terhadap isu-isu pariwisata.

Melalui kombinasi fieldwork, educational trip, pertukaran budaya, dan presentasi penelitian, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berlangsung langsung di tengah masyarakat dan destinasi.

Ke depan, kolaborasi Poltekpar Makassar dan Keio University diharapkan tidak berhenti pada satu program. Kerja sama tersebut ditargetkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan penelitian dan akademik bersama.

Langkah ini sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa untuk memahami tantangan dan peluang pengembangan pariwisata dari dua perspektif: Indonesia dan Jepang.

Sebab, ketika riset dipertemukan dengan pengalaman lapangan dan perspektif lintas negara, kampus tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan baru untuk masa depan pariwisata. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *