MAKASSAR, NALARMEDIA — Rangkaian kegiatan Maudu Lompoa ri Paropo memasuki malam puncak Hikmah Maulid pada Minggu, 13 September 2026. Mengangkat semangat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ruang perjumpaan antara nilai-nilai keagamaan dan kekayaan budaya lokal, kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kota Makassar.
Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Rabu, 9 September 2026 tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar bersama Ketua DPRD Kota Makassar. Keduanya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Maudu Lompoa ri Paropo yang tidak hanya menghadirkan syiar keagamaan, tetapi juga memadukannya dengan tradisi, seni, dan potensi budaya masyarakat Paropo.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar dan Ketua DPRD Kota Makassar menyampaikan komitmen untuk mendorong agar Maudu Lompoa ri Paropo dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar pada tahun mendatang. Wali Kota Makassar juga menyampaikan rencana pembangunan gedung serbaguna di kawasan Paropo, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan sekaligus pentas seni dan budaya masyarakat.
Ketua Panitia Maudu Lompoa ri Paropo, Ustaz Muammar Tauhid, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan Maulid Nabi, tetapi merupakan ikhtiar masyarakat untuk menjadikan agama dan budaya sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan sosial.
Menurutnya, Maudu Lompoa juga menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda agar kebudayaan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang sesuai dengan zaman.
Rangkaian Maudu Lompoa ri Paropo dimulai pada Rabu, 9 September 2026, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Sejumlah agenda yang digelar antara lain Festival Jajanan UMKM, lomba hafalan surah-surah pendek bagi anak-anak, Barazanji Kolosal, serta berbagai pementasan seni dan budaya.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut hingga Minggu pagi dengan pelaksanaan Pawai Karnaval Budaya. Pawai tersebut menghadirkan berbagai ekspresi budaya masyarakat dan menjadi momentum yang memperlihatkan semangat kebersamaan warga Paropo dalam merawat identitas budaya di tengah kehidupan perkotaan.
Sementara itu, malam puncak Hikmah Maulid pada Minggu, 13 September 2026, menghadirkan KH. Muhammad Nur Qosim Khalili sebagai pembawa hikmah Maulid. Kehadiran ulama tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan untuk memberikan tausiah dan refleksi keagamaan tentang keteladanan Rasulullah SAW serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Puncak kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan utama Maudu Lompoa ri Paropo: bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap budaya dan kampung halaman. Agama memberi ruh pada tradisi, sementara budaya menjadi salah satu cara masyarakat menjaga nilai-nilai kebaikan agar tetap hidup lintas generasi.
Dengan dukungan masyarakat, para dermawan dan Pemerintah Kota Makassar, Maudu Lompoa ri Paropo diharapkan terus berkembang menjadi agenda keagamaan dan kebudayaan yang lebih besar, sekaligus memperkuat posisi Paropo sebagai kampung yang menjaga tradisi, menghidupkan syiar, dan merawat identitas budaya di tengah dinamika Kota Makassar. (rls/red).















