AIA Lantik DPC HNSI Parepare, Ditantang Perjuangkan Nasib Nelayan

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan memperkuat konsolidasi organisasi dengan melantik Prof. Dr. H. Suriyanto, S.Ag., M.Si sebagai Ketua DPD HNSI Kota Parepare.
banner 325x300

PAREPARE, NALARMEDIA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan memperkuat konsolidasi organisasi dengan melantik Prof. Dr. H. Suriyanto, S.Ag., M.Si sebagai Ketua DPD HNSI Kota Parepare.

Pelantikan tersebut dilaksanakan pada Kamis (17 September 2026) dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran HNSI dalam memperjuangkan kepentingan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Parepare.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan, H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si (AIA).

Kehadiran jajaran pengurus HNSI Sulsel sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk membangun struktur kepengurusan yang solid hingga tingkat daerah.

AIA berharap kepemimpinan Prof. Suriyanto dapat membawa energi baru bagi HNSI Parepare, khususnya dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antara nelayan, pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, HNSI tidak boleh hanya hadir sebagai organisasi formal, tetapi harus mampu menjadi wadah yang benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan.

“Saya berharap kepengurusan HNSI Kota Parepare di bawah kepemimpinan Prof. Suriyanto dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, memperjuangkan kepentingan nelayan dan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun seluruh stakeholder,” tutur AIA.

Ia menekankan, tantangan yang dihadapi nelayan saat ini semakin kompleks.

Selain persoalan produksi dan pendapatan, nelayan juga berhadapan dengan kebutuhan akses permodalan, teknologi, sarana dan prasarana perikanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Karena itu, AIA mendorong HNSI Parepare agar mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi nelayan secara langsung dan menghadirkan solusi melalui kerja sama lintas sektor.

“HNSI harus menjadi rumah bersama bagi nelayan. Kita ingin organisasi ini mampu menyerap aspirasi mereka, kemudian mengawal dan memperjuangkannya agar mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat,” ucap lelaki yang juga Ketua Gerindra Sulawesi Selatan ini.

Ia juga berharap pengurus yang baru dilantik tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi segera melakukan konsolidasi internal dan turun ke lapangan untuk membangun komunikasi dengan kelompok-kelompok nelayan.

“Setelah pelantikan ini, pekerjaan kita justru dimulai. Saya berharap pengurus segera bergerak, turun melihat kondisi nelayan, mendengar aspirasi mereka dan menyusun program yang benar-benar dibutuhkan,” lanjutnya.

Andi Iwan menambahkan, kekuatan HNSI terletak pada kemampuan organisasi dalam membangun kebersamaan dan mempertemukan berbagai kepentingan untuk tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Sementara itu, pelantikan Prof. Suriyanto sebagai Ketua DPD HNSI Kota Parepare diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi di daerah tersebut. Dengan pengalaman akademik dan jejaring yang dimiliki, kepengurusan baru diharapkan dapat mengembangkan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Andi Iwan juga mengajak seluruh jajaran HNSI Parepare untuk menjaga kekompakan, integritas dan semangat pengabdian.

“Mari kita bangun HNSI dengan semangat kebersamaan. Jangan ada kepentingan pribadi yang lebih besar daripada kepentingan nelayan. Ukuran keberhasilan organisasi adalah ketika nelayan merasakan kehadiran dan manfaat HNSI dalam kehidupan mereka,” tutur Andi Iwan yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru tersebut, HNSI Sulawesi Selatan berharap Parepare dapat menjadi salah satu daerah yang mampu mengembangkan potensi kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *