MAKASSAR, NALARMEDIA.ID – Makassar membuka peluang memperluas jejaring internasional.
Kedatangan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menjajaki hubungan yang lebih erat dengan negara di Eropa tersebut.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut langsung kedatangan diplomat Swiss itu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (22 September 2026).
Penyambutan tersebut bukan sekadar agenda protokoler. Pemerintah Kota Makassar berharap kunjungan ini dapat menjadi pintu masuk bagi peluang kolaborasi yang berdampak nyata, mulai dari pengembangan pariwisata, perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertukaran pengetahuan dan kebudayaan.
Aliyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Konstantin Obolensky ke Makassar. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal yang baik untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Makassar dan Swiss.
“Kami menyambut baik kehadiran Bapak Duta Besar Swiss di Kota Makassar. Semoga kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan,” ujar Aliyah.
Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan hubungan dengan mitra internasional. Posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia menjadi modal penting untuk memperkenalkan keunggulan daerah sekaligus menarik peluang kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan kota.
Aliyah berharap komunikasi dengan perwakilan negara sahabat tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pariwisata hingga Investasi Jadi Peluang
Makassar memiliki beragam potensi yang dapat diperkenalkan ke dunia internasional. Mulai dari wisata bahari, kekayaan kuliner, warisan budaya, hingga perannya sebagai pintu gerbang menuju berbagai destinasi unggulan di Sulawesi Selatan.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperluas promosi kota sekaligus membuka kesempatan kerja sama dengan mitra luar negeri.
Dalam konteks itu, hubungan diplomatik menjadi salah satu jalur untuk memperkenalkan karakter dan daya tarik Makassar kepada masyarakat internasional. Peluang kolaborasi juga dapat berkembang pada sektor perdagangan, investasi, pendidikan, sains, inovasi, dan kebudayaan.
Swiss dan Indonesia sendiri memiliki hubungan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, penelitian, inovasi, serta keberlanjutan. Hubungan tersebut membuka ruang untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang sesuai dengan potensi dan prioritas pembangunan daerah.
Bagi Makassar, upaya membangun jejaring internasional diharapkan tidak hanya meningkatkan eksposur kota di mata dunia, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Promosi Makassar Didorong Menjangkau Dunia
Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti Jabir, yang turut mendampingi Aliyah dalam penyambutan tersebut, menilai komunikasi dengan perwakilan negara sahabat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pariwisata Makassar ke pasar internasional.
Menurut Yulianti, promosi destinasi perlu dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk membangun jejaring dengan mitra luar negeri.
Kekayaan wisata bahari, kuliner khas, warisan budaya, serta posisi strategis Makassar sebagai pintu gerbang menuju destinasi wisata Sulawesi Selatan merupakan modal yang dapat diangkat dalam komunikasi internasional.
Ia berharap hubungan yang terjalin melalui kunjungan Duta Besar Swiss dapat membuka ruang promosi yang lebih luas sekaligus mendorong penjajakan kolaborasi di sektor pariwisata.
Dengan komunikasi yang berkelanjutan, Makassar berpeluang memperkenalkan destinasi unggulannya kepada khalayak yang lebih luas, memperkuat daya tarik kota, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha pariwisata dan masyarakat.
Kunjungan Konstantin Obolensky diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan mitra internasional sekaligus memperluas kesempatan bagi Makassar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia. (ADV)















