DLH Makassar Bersama Lintas Instansi, 4,56 Juta Liter Air Bersih Gratis Mengalir ke Warga

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar berkolaborasi dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA .ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar berkolaborasi dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.

Melalui distribusi air bersih gratis, sekitar 4,56 juta liter air telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Upaya ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Dalam pelaksanaannya, DLH Kota Makassar bersama sejumlah pihak, mulai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Kejaksaan Negeri (Kejari), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah kecamatan, hingga para relawan.

Kolaborasi tersebut memperkuat upaya penyaluran air bersih secara gratis agar dapat menjangkau warga yang terdampak krisis air bersih.

Bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air, bantuan ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Keterlibatan berbagai instansi juga menunjukkan bahwa penanganan krisis air bersih membutuhkan kerja bersama. Tidak hanya mengandalkan satu perangkat daerah, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

DLH Kota Makassar menjadi salah satu penggerak kolaborasi tersebut, dengan menghubungkan dukungan berbagai pihak dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Capaian distribusi sekitar 4,56 juta liter air bersih gratis menjadi gambaran besarnya dukungan yang telah disalurkan untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air.

Ke depan, sinergi lintas instansi dan relawan diharapkan terus diperkuat agar warga yang masih mengalami krisis air bersih dapat memperoleh bantuan secara tepat sasaran.

Sebab, akses terhadap air bersih bukan sekadar persoalan ketersediaan air, melainkan juga menyangkut kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup masyarakat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *