Telkomsel Pacu Startup Daerah Kuasai AI, Belyo Tembus 20 Besar NextDev ke-12

Telkomsel mendorong langkah tersebut melalui NextDev Local Meet-Up Makassar bertema “AI-Powered Innovations” yang digelar di Bikin Bikin Creative Hub, Nipah Mall, Kamis (22/10/2026).
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID — Talenta digital dari daerah kini mendapat peluang lebih besar untuk melahirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Telkomsel mendorong langkah tersebut melalui NextDev Local Meet-Up Makassar bertema “AI-Powered Innovations” yang digelar di Bikin Bikin Creative Hub, Nipah Mall, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program NextDev ke-12 untuk memperkuat ekosistem startup dan mengakselerasi lahirnya solusi digital berbasis AI.

Berbagai agenda dihadirkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari AI Tools Training, Inspiring Talks, Speed Networking hingga Digital Showcase. Acara ini juga mempertemukan para talenta digital dengan praktisi dan mentor industri untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengembangkan ide menjadi solusi bisnis yang berkelanjutan.

Tiga narasumber yang hadir yakni Naufal Fayyadh, Founder & Director Kodeka Labs; Jaka Wiradisuria, CCO IONext; serta Dicky Sukmana, Head Mentor NextDev Venture and Founder Assessment.

General Manager Mobile Consumer Business Region Sulawesi Telkomsel, Andrew Mamahit, mengatakan NextDev dirancang bukan hanya sebagai ruang untuk mempertemukan para pelaku inovasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempercepat pengembangan ide menjadi karya nyata.

“NextDev hadir bukan sekadar menjadi ruang untuk saling terhubung, melainkan wadah akselerasi dari connection menjadi creation. Kami percaya bahwa talenta dan inovator daerah tidak lagi dibatasi oleh faktor geografis,” ujar Andrew.

Menurutnya, Makassar memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pengembangan inovasi digital di kawasan Indonesia Timur. Potensi tersebut perlu diperkuat agar berbagai persoalan lokal dapat melahirkan solusi digital yang memberikan dampak lebih luas.

“Dari Makassar sebagai hub utama Indonesia Timur, kami ingin mendorong lahirnya solusi digital yang berawal dari pemecahan masalah lokal, namun mampu memberikan dampak nyata secara nasional,” lanjutnya.

Belyo Tembus 20 Besar NextDev

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam NextDev Local Meet-Up Makassar adalah Pitching Battle. Dalam sesi ini, tiga tim yang lolos seleksi awal mempresentasikan solusi digital berbasis AI di hadapan panel juri.

Mereka tidak hanya berkesempatan memaparkan inovasi, tetapi juga mendapatkan masukan untuk menyempurnakan produk dan memperluas peluang pengembangan bisnis.

Dari tiga tim tersebut, Belyo terpilih melaju langsung ke 20 besar NextDev ke-12.

Belyo hadir sebagai solusi bagi pelaku usaha lokal yang masih mengelola katalog produk, pesanan, layanan kurir, hingga komunikasi pelanggan secara manual melalui berbagai kanal.

Platform ini menawarkan etalase produk dan fitur checkout yang terhubung dengan WhatsApp. Belyo juga mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan melalui BelyoAI untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha.

Terpilihnya Belyo menunjukkan bagaimana inovasi digital dapat dikembangkan dari persoalan sehari-hari yang dihadapi pelaku usaha, kemudian diarahkan menjadi solusi yang lebih praktis dan berpotensi dikembangkan secara lebih luas.

NextDev Bukan Sekadar Kompetisi

Pengalaman mengembangkan startup melalui NextDev turut dirasakan Naufal Fayyadh, yang merupakan alumnus sekaligus salah satu dari 10 besar finalis NextDev ke-11.

Menurut Naufal, program tersebut memberikan kontribusi penting bagi perkembangan bisnis startup, terutama dalam memperluas wawasan, membangun jaringan, dan memperoleh pengalaman menghadapi tantangan industri.

“Sebagai founder startup dari daerah, NextDev memberikan tiga dampak terbesar bagi perkembangan bisnis kami, yaitu insight, networking, dan experience,” kata Naufal.

Ia menilai NextDev bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan posisi terbaik, melainkan ruang pembelajaran yang mempertemukan founder startup dengan pakar industri dan jaringan bisnis nasional.

“Program ini bukan sekadar kompetisi, melainkan tempat kami mendapatkan bimbingan dari pakar industri, membuka jaringan nasional, hingga menguji mentalitas bisnis di panggung besar,” tambahnya.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi startup daerah untuk meningkatkan kesiapan bisnis, memperkuat produk, dan membangun peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

20 Peserta Disaring, 10 Startup Masuk Academy

Pada penyelenggaraan ke-12, NextDev menerapkan tiga tahapan utama, yakni Scouting, Academy, dan Summit.

Tahap Scouting menjadi proses seleksi peserta. Sebanyak 20 peserta terpilih akan mengikuti validasi dan presentasi solusi sebelum disaring menjadi 10 peserta yang masuk NextDev Academy.

Sepuluh peserta terpilih selanjutnya memperoleh pendampingan dari mentor di berbagai bidang, meliputi teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas.

Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu peserta memperkuat kualitas solusi sekaligus membangun fondasi bisnis agar startup yang dikembangkan memiliki peluang tumbuh secara berkelanjutan.

Peserta terbaik juga berkesempatan menjajaki kerja sama bisnis dengan unit terkait di Telkomsel. Perkembangan program dan hasil pengembangan startup nantinya akan dipaparkan dalam NextDev Summit pada 2027.

Ribuan Pendaftar, Ratusan Startup Telah Didampingi

Komitmen Telkomsel mengembangkan talenta digital melalui NextDev telah berlangsung selama 11 penyelenggaraan sebelumnya.

Dalam periode tersebut, program ini telah mendampingi 162 perusahaan digital rintisan dari total 6.798 pendaftar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem startup Indonesia, termasuk membuka kesempatan bagi inovator di luar pusat-pusat teknologi utama untuk mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Telkomsel juga membuka kesempatan bagi talenta dan pelaku usaha digital dari seluruh Indonesia untuk mendaftarkan inovasinya dalam NextDev ke-12.

Solusi yang diajukan diharapkan mampu menjawab persoalan nyata, memiliki potensi dampak, menawarkan keunikan, serta ditopang fondasi bisnis yang memungkinkan pengembangan lebih lanjut.

Pendaftaran dibuka hingga 9 November 2026 melalui laman pendaftaran NextDev.

Melalui program ini, inovator daerah diharapkan tidak berhenti pada tahap menciptakan ide, tetapi mampu mengembangkan produk yang bermanfaat, membangun bisnis yang berkelanjutan, dan membawa solusi lokal menuju panggung nasional. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *